Minggu, 07 Agustus 2016

Kisah Abah Uju dari Purwakarta: Berpuluh Tahun Keliling Desa Meminjam-minjamkan Buku

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

MESKI usianya sudah tak lagi muda, Rahmat Juju Junaedi masih saja berkeliling dengan sepedanya meminjam-minjamkan buku kepada warga di desanya. Dulu, itu ia lakukan setiap hari. Kadang dengan berjalan kaki, dari pagi hingga sore.

DITEMUI di kediamannya di rumahnya di Desa Gunung Hejo, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jumat (5/8), Abah Uju, begitu lelaki berusia 68 tahun itu biasa disapa, bercerita, kegiatan meminjam-minjamkan buku ini ini sudah ia lakukan sejak 1988.

Semua itu, ujarnya, ia lakukan tanpa pamrih. Semata-mata didorong keinginannya membuat semua warga desanya mau, syukur-syukur jadi gemar membaca seperti dia. Semua bukunya ia pinjamkan secara gratis. Saat itu, bukunya belum begitu banyak.

Selain membelinya sendiri, kata Abah Uju, pada awalnya sebagian besar buku koleksinya adalah pemberian anaknya yang memang sangat suka membaca. Karena kegiatannya ini, sosok Abah Uju menjadi sangat terkenal di desanya. Ini pula yang kemudian mendorong orang-orang rela menyumbangkan buku- buku mereka kepadanya.

"Ada yang sumbangan perusahaan swasta, pemerintah, bahkan anak-anak mahasiswa yang sedang KKN," ujar Abah Juju.
Itu sebabnya, buku-buku koleksinya pun beragam. Mulai buku cerita, komik, hingga buku pengetahuan umum.

Di usianya yang memasuki masa senja, aktivitasnya keliling kampung dengan berjalan kaki dan bersepeda mulai berkurang. Namun, di akhir pekan ia tetap mengampanyekan membaca buku pada warga sekitar.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar