Sabtu, 13 Agustus 2016

Kisah Karomah Sunan Geseng

Petilasan Sunan Geseng. (Foto: Istimewa)

Sunan Geseng, atau sering pula disebut Raden Mas Cakrajaya atau Cokrojoyo, adalah murid Sunan Kalijaga.  Sebutan Sunan Geseng diberikan Sunan Kalijaga kepada Cokrojoyo karena begitu setia terhadap perintahnya sehingga merelakan badannya menjadi hangus (geseng).

Berdasarkan silsilah Jawa Raden Mas Cokrojoyo adalah keturunan Prabu Brawijaya dengan Dewi Rengganis, yang melahirkan Raden Rara Rengganis II. Kemudian Ki Ageng Pakotesan menikah dengan Raden Rara Rengganis II melahirkan Pangeran Semono atau sering disebut Pangeran Muryo. Dari hasil pernikahan Pangeran Semono inilah lahir Raden Mas Cokrojoyo.    

Berdasarkan Babad Tanah Jawi, pertemuan Cokrojoyo dengan Kalijaga diyakini saat Kanjeng Sunan melakukan perjalanan syiar ke daerah Bagelan (kini masuk Purworejo) untuk menyebarkan agama Islam di daerah tersebut.

Setiba di daerah Bagelan, Sunan Kalijaga singgah di rumah Cokrojoyo seorang penyadap aren untuk dijadikan gula memiliki kebiasaan bernyanyi (nembang) saat membuat gula aren.

Mendengar suara nyanyian Cokrojoyo, Sunan Kalijaga sangat takjub, kemudian dia memanggilnya untuk mendekat.

Ditanya oleh Kalijaga mengenai hasil penjualan dari gula aren tersebut. Dengan segera Cokrojoyo pun menjawab bahwa hasil gulanya bisa digunakan untuk fakir miskin.

Mendengar jawaban tersebut Sunan Kalijaga kemudian memerintahkan Cokrojoyo untuk mengubah syair tembangnya dengan bacaan- bacaan dzikir dan pujian kepada Allah serta memintanya untuk memperlihatkan hasil gulanya kepada dia nanti.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar