Direktur Lingkar Madani, Ray Rangkuti. (Dinda Chairina/Kriminalitas.com) KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Tidak ada hal baru dari nyanyian gembong narkoba, Freddy Budiman kepada koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar. Bahkan, pengakuan tersebut dianggap tidak ada yang spesial.
Hal itu diungkapkan Peneliti Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti. Dia menganggap pengakuan Freddy kepada Haris dalam kisah 'cerita busuk dari seorang bandit' biasa-biasa saja.
"Tidak ada yang baru. Karena kan itu sudah lagu lama," kata Ray, kepada Kriminalitas.com, Selasa (2/8).
Ray menambahkan, sudah menjadi rahasia umum adanya mafia penegakan hukum dalam kasus narkoba. Bahkan dia menyebut praktik seperti kisah yang diceritakan Freddy bukan sekali dua kali saja terjadi.
"Yang beda dari pengakuan Freddy ini kan cuma bicara nominalnya aja yang besar. Kalau yang lain semua sudah tahu," pungkas Ray.
Sebelumnya diberitakan, 'cerita busuk dari seorang bandit' yang ditulis Haris Azhar di Facebook, sempat membuat kehebohan karena ada duit mengalir ke BNN dan Mabes Polri. Kisah ini merupakan fakta pengakuan Freddy Budiman yang sempat terjadi 2014 lalu.
Dari petikan kisah tersebut, diketahui ada uang miliaran mengalir ke BNN dan Mabes Polri.
"Dan kenapa hanya saya yang dibongkar? Ke mana orang-orang itu? Dalam hitungan saya, selama beberapa tahun kerja menyelundupkan narkoba, saya sudah memberi uang Rp 450 miliar ke BNN. Saya sudah kasih Rp 90 miliar ke pejabat tertentu di Mabes Polri," tulis Haris Azhar berdasarkan pengakuan Freddy, tahun 2014 silam.
( Aristo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar