Minggu, 14 Agustus 2016

Kisah Petugas Kesehatan Penyelenggara Haji, Dilema Memutuskan Calhaj Diizinkan atau ...

TIDAK dapat dipungkiri, petugas kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan merupakan salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan bagi calon jamaah haji. Mereka harus terus mendampingi jamaah sejak masuk karantina di asrama haji hingga pemberangkatan.

BERSAMA perawat dan tenaga medis lainnya, dokter Eka melayani dan memantau kesehatan para jemaah calon haji.

Dengan stateskop yang selalu ada di lingkar lehernya, dr Eka memeriksa satu per satu jemaah calon haji yang sebagian berusia senja dengan sabar dan penuh perhatian. Satu petugas perawat membawa alat pengukur tekanan darah atau tensimeter.

"Kami tergabung dalam PPIH bidang kesehatan. Tugas kami mengawasi jemaah calhaj yang sudah masuk asrama haji. Mereka tidak boleh sembarang makan, dan yang utama lagi dilakukan pemeriksaan dokumen kesehatan, " katanya.

Menurut dr Eka, perbedaan antara melayani jemaah calon  haji dengan pasien lainnya adalah karena kebanyakan dari para jemaah calon haji berusia lanjut. Ia pun harus berkomunikasi lebih aktif dan daripada biasanya.

BACA JUGA: Jelang Keberangkatan, Tim Kesehatan Periksa Menu sebelum Dihidangkan, Calhaj Hindari Makanan Pedas

Pemeriksaan yang dilakukan juga lebih detail karena harus mengupayakan kesehatan jamaah untuk perjalanan cukup lama hingga sampai Arab Saudi. "Alhamdulillah, dari tiga kloter ini semua mau aja diperiksa. Mereka malah senang karena merasa diperhatikan, " katanya.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search