Selasa, 16 Agustus 2016

Perjalanan Indonesia-Malaysia Hanya Beberapa Langkah, Inilah Kisah Rumah di Wilayah ...

SURYAMALANG.COM, NUNUKAN - Sayup-sayup suara musik dangdut terdengar dari rumah bercat merah putih di sudut Jl Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, tak jauh dari Pos Penjagaan Satuan Tugas Pengamanan Wilayah Perbatasan Satgas Pamtas.

Pemilik rumah, Hasida (53), sedang asyik menjahit baju di dapur yang juga difungsikan sebagai tempat bekerja menerima jahitan baju dari tetangganya. Dapur ini berada di atas tanah Malaysia. Setiap kali ingin mengambil benang atau keperluan lain untuk menjahit, dia harus melangkah ke ruang depan yang berada di atas tanah Indonesia.

Ya, rumah yang ditinggali Hasida bersama keluarganya selama 16 tahun terakhir "terbelah" karena berada di tapal batas antar-negara.

Tak sampai 10 meter dari rumah Hasida tertanam patok batas antar negara. Biasanya warga Kecamatan Sebatik menyebutnya Patok 3. Tepat di samping Patok 3, terdapat pos penjagaan Satgas Pamtas.

Jika ditarik garis antar-patok batas negara, dapur rumah Hasida memang sudah masuk wilayah daratan Malaysia.

Mapangara (50), suami dari Hasida, mengatakan, mereka menempati rumah yang dahulunya berfungsi sebagai kantor dan tempat menyimpan biji koko milik ayah angkatnya Ambo Ala tersebut sejak tahun 2001. Saat itu, dirinya baru pulang merantau dari Malaysia bersama istri dan ketiga anaknya.

Ambo Alla adalah pengepul biji kokoa yang dibeli dari warga Sebatik dan dijual ke Tawau Malaysia.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar