Senin, 31 Oktober 2016

Enggan Jadi Pengemis, Perjuangan Kakek Ini Jualan Koran Bikin Iba

Arai Amelya | Senin, 31 Oktober 2016 08:18

Pergi.com, promo tiket pesawat semua maskapai!

Kapanlagi.com - Kadang kala banyak sekali orang yang malas bekerja keras memilih mendapat uang dari hasil meminta-minta. Bagi mereka yang masih muda dan cuma bisa jadi pengemis. mungkin bisa malu dengan kisah kakek Abdurrahman. Dengan segala kekurangannya, kakek Abdurrahman masih berjuang mendapatkan penghasilan tanpa harus mengemis.

Kisah kakek Abdurrahman inipun mengetuk hati netizens setelah pengguna Facebook bernama Alif Rafik Khan menceritaknnya. Dalam postingannya pada Kamis (27/10), Alif menulis, 'Buat teman-teman sekalian (khususnya orang Jabodetabek) yang melewati pom bensin Kota Kasablanka, boleh mampir dulu sebentar untuk membeli koran kakek satu ini. Meskipun kondisinya mengkhawatirkan (tidak punya sebelah mata), kakek ini masih berjuang untuk keluarganya dengan mejual koran, bukannya jadi peminta-minta'.

Seperti ini kondisi miris kakek AbdurrahmanSeperti ini kondisi miris kakek Abdurrahman

Tak butuh waktu lama, kisah kakek Abdurrahman inipun langsung menyentuh hati netizens. Komentar bernada doa, kepiluan dan pujian pun ditujukan kepada Abdurrahman yang memperlihatkan makna perjuangan sesungguhnya. Terungkap dalam penelusuran Merdeka, kakek berusia 77 tahun ini sudah enam tahun terakhir berjualan koran dengan berjalan sejauh satu kilometer dari rumahnya di Menteng Dalam.

"Jualan koran setiap hari dari jam enam pagi sampai sebelas. Terus pulang dulu, salat. Jam satu siang jualan lagi sampai jam empat sore. Saya nggak mau minta sama anak, saya lebih baik jual koran daripad harus minta. Uangnya buat ngasih cucu jajan, ngasih anak yatim, janda-janda, siapa saja yang butuh," cerita Abdurrahman.

Kakek Abdurrahman di rumahnya yang sederhana © MerdekaKakek Abdurrahman di rumahnya yang sederhana © Merdeka

Bicara soal wajahnya yang ditutupi, rupanya kakek 21 cucu ini menderita tumor wajah sejak tahun 1985. Selama 31 tahun itu, Abdurrahman sudah menjalani operasi sebanyak sempat kali. Karena penyakitnya itu, sebagian wajah Abdurrahman pun harus diperban, apalagi mata kananya sudah tak berfungsi. Meskipun kondisinya miris, Abdurrahman enggan dikasihani. Dia bahkan menolak kalau ada yang memberi uang tanpa mengambil korannya.

"Saya nggak mau minta-minta. Kalau ada yang beli koran, kembaliannya selalu saya berikan. Tapi emang kadang ada orang yang maksa memberi, saya tanya dulu mereka ikhlas nggak, kalau ikhlas ya saya terima. Kita memang miskin, tapi bukan berarti harus jadi pengemis. Kalau punya rezeki juga harus kasihan sama orang lain yang lebih susah," tutup kakek Abdurrahman. (mdk/aia)

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search