Minggu, 23 Oktober 2016

Kisah Angka Nol Seife Yang Mengguncang Peradaban

Buku Biografi Angka Nol karya Charles Seife

Buku Biografi Angka Nol karya Charles Seife

MALANGTIMES - Pertanyaan pertama, siapa yang tidak mengenal angka Nol (0)? Semua orang pasti mengenalnya, itu jawaban mayoritas orang saat menjawab pertanyaan diatas. Walau mungkin sebagian besar hanya mengenal bentuk dari angka nol semata atau bahkan tidak pernah memperkarakan ada tidaknya angka ini, yang pasti kenal.

Tetapi adakah yang mengetahui bagaimana angka nol diperlakukan oleh peradaban dunia, dari masa kuno hingga perkembangannya di Timur, perjuangannya di Eropa serta pengaruhnya di Barat. Ini pertanyaan kedua yang akan terus berkembang menjadi berbilang ratus, juta, miliar pertanyaan tentang angka yang mampu mengacaukan deretan angka apabila di kalikan dan menghancurkan seluruh kerangka matematis apabila di bagi.

Mengutip pernyataan Publisher Weekly, angka nol berada di antara gagasan paling subur dan oleh karena itu paling berbahaya yang pernah ditemukan manusia. Bangsa Romawi dan Yunani sangat membenci angka nol. Bagi mereka angka nol adalah angka yang sangat berbahaya sehingga mempertahankan sistem hitung Mesir di banding sistem hitung Babilonia.

Dunia Barat juga menolaknya selama dua milenium dikarenakan angka nol berbenturan dengan salah satu prinsip utama filsafat barat, yaitu filsafat angka Pythagoras dan paradoks Zero. Dalam urat filsafat tersebut kosmos didirikan dari keadaan, bukan dari ketidakadaan. Tak ada angka nol, tak ada kekosongan dalam pendirian kosmos. Konsekuensi penolakan angka nol sangatlah menakutkan. Selain menghambat perkembangan matematika, menghalangi inovasi sains dan yang lebih berbahaya mengacaukan sistem penanggalan.

Di India dan nantinya di tanah Arab angka nol tumbuh dengan subur. Pengaruh suburnya angka nol di India dikarenakan ajaran agama yang dianutnya. Misalnya tentang Shiwa yang merupakan penjelmaan ketiadaan (nol) atau kekosongan utama. Bagi Hinduisme kekosongan adalah asal mula dunia, kembali pada kekosongan adalah tujuan utama umat manusia.

Kebangkitan nol menuju kebesarannya di mulai dari Timur. Islam mengambil alih angka nol dari India yang tenggelam oleh peradaban timur lainya. Al-Khawarizmi, ilmuwan matematika Islam pada abad IX adalah pembiak angka nol melalui beberapa bukunya seperti al-jabr wa al-Muqabala, maupun tentang buku sistem hitung Hindu. Kelak, bangsa-bangsa di belahan dunia lain mengikuti sistem bilangan Arab hasil karya Al-Khawarizmi.

Masih banyak peristiwa yang dipengaruhi angka nol dalam peradaban dunia yang dengan indah, sederhana di tuliskan dengan jenius oleh Charles Seife dalam bukunya Biografi Angka Nol yang diterjemahkan dari Zero : The Biography of Dangerous Idea yang diterbitkan oleh Penguin Books tahun 2000.

Berisikan Delapan Bab plus 2 Bab, yaitu Bab 0 tentang Nol dan Kekosongan dan Bab Tentang Kemenangan Akhir Angka Nol, Charles Seife berhasil merangkum perjalanan angka nol yang penuh dengan intrik dan peristiwa besar dalam sejarah dunia. Hal ini seperti yang disampaikan The Dallas Morning News,

"Dengan menarik Seife mendorong para pembaca bukunya untuk mengintip angka nol dan turun ke jurang kekosongan dan keluar menuju ruang yang luar biasa luas. Dengan terampil Seife mencatat kembali perseteruan historis, kemudian narasinya... perlahan bergeser dari sejarah dan filsafat menuju sains dan teknologi, dan prosanya membuka jalan untuk membuat gagasan yang rumit menjadi mudah," (.)

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar