Jumat, 28 Oktober 2016

Kisah Kakek Rahman, loper koran berhati emas doyan bantu orang susah

Reporter : Anisyah Al Faqir | Jumat, 28 Oktober 2016 18:55

Pergi.com, promo tiket pesawat semua maskapai!Merdeka.com - Usianya sudah tak lagi muda. Namun semangatnya masih menggebu-gebu manakala matahari mulai terbit. Setiap harinya kakek Rahman berjalan kaki 1 kilometer dari rumahnya di Menteng Dalam ke SPBU Kota Kasablanka untuk menjajakan koran.

"Jual koran setiap hari dari jam 6 pagi sampai jam 11. Pulang dulu salat. Jam satu jualan lagi sampai jam 4," kata Abdul Rahman saat ditemui merdeka.com di rumahnya, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Jumat (28/10).

Sudah 6 tahun pria 77 tahun ini menjadi loper koran di area SPBU Kota Kasablanka. Rupiah demi rupiah dikumpulkannya. Bukan untuk membuat dapur mengepul, melainkan untuk dibagikannya kepada yang lebih membutuhkan. Sebab Rahman tinggal dengan anak dan cucunya yang hidup cukup layak.

"Saya enggak mau minta sama anak, saya lebih baik jual koran daripada harus minta. Uangnya buat ngasih cucu jajan, ngasih anak yatim, janda-janda siapa saja yang ngebutuhin," ungkap Rahman.

Sejak tahun 1985 Rahman terserang tumor di wajahnya. Hingga saat ini kakek 21 cucu ini telah menjalani operasi sebanyak 4 kali. Karenanya sebagian wajahnya harus diperban. Apalagi mata kanannya sudah tak lagi berfungsi. Hal inilah yang mengundang simpati banyak orang.

Namun, Rahman tak pernah mau menerima uang belas kasihan begitu saja. Dia selalu menolak bila ada yang memberikan uang tanpa mengambil korannya. Jikapun ada yang membeli koran dengan uang nominal tinggi, dia selalu mengembalikannya.

"Saya enggak mau minta-minta. Kalau ada yang beli kembaliannya saya berikan. Tapi emang kadang ada orang yang maksa, tapi saya tanya dulu ikhlas enggak, kalau ikhlas saya terima," cerita Rahman.

Meski hidupnya susah, Rahman mengaku tak pernah mau menjadi pengemis yang meminta belas kasihan orang.

"Kita miskin tapi bukan berarti harus jadi tukang minta-minta. Kalau punya rezeki kita harus kasihan sama orang lain yang lebih susah dari kita karena itu bentuk kasih sayang," kata Rahman.

[cob]

Rekomendasi Pilihan

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search