Minggu, 30 Oktober 2016

KISAH UNIK Wow, Biaya Pawang Hujan Capai Rp2,5 Juta

Sujarwo, 62, kerap membantu klien menangkal hujan. (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)Sujarwo, 62, kerap membantu klien menangkal hujan. (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)

Kisah unik mengenai pawang hujan di Jogja.

Harianjogja.com, JOGJA — Kehadiran pawang hujan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi kalangan event organizer. Uang jutaan rupiah pun rela dikeluarkan demi mendapatkan cuaca yang cerah dan bersahabat.

Percaya tidak percaya. Begitulah tanggapan para pelaku bisnis event organizer dan wedding organizer saat ditanya soal pawang hujan. Di satu sisi, mereka meyakini hujan adalah kuasa Tuhan. Namun di sisi lain, tak bisa disangkal pawang hujan selalu menjadi kebutuhan dalam acara mereka, terutama acara outdoor. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini, pengeluaran untuk membayar jasa pawang hujan pun harus ada dalam daftar keuangan mereka.

Tak tanggung-tanggung, uang jutaan rupiah sengaja disisihkan untuk urusan menangkal hujan. "Mulai Rp1,5 juta sampai Rp2,5 juta," kata Eko Sutarmo dari Jogjapro Event Organizer belum lama ini.

Tak hanya mahal, pawang hujan terkadang juga susah dicari. Bak membeli tiket kereta api, siapapun yang ingin menggunakan jasa pawang hujan saat musim hujan seperti sekarang, harus memesan jauh-jauh hari karena pawang hujan akan laris mendapat panggilan di sana-sini.

Owner H'Ney Wedding Organizer, Mei Rani Ekaningrum, asal Wonocatur, Banguntapan, Bantul, bahkan harus meluangkan waktu paling tidak seminggu sebelum acara, hanya untuk memesan pawang hujan.

Dalam daftarnya, sudah ada tiga alternatif pawang hujan langganan dari daerah Keraton Jogja, Bantul, dan satu lagi dari pinggiran Jogja. Ketiganya memasang tarif yang berbeda, ada Rp1,5 juta, ada pula yang hanya Rp700.000. Besar kecilnya tarif bukan berdasarkan tingkat keberhasilan pawang tetapi lebih pada seberapa banyak pelanggan dan seberapa terkenalnya pawang hujan itu di kalangan masyarakat. "Nyatanya saya pernah pakai yang Rp1,5 juta atau Rp700.000 juga tetap berhasil. Biasanya yang terkenal itu lebih mahal," tutur perempuan yang ahli merias ini.

Saat menyewa pawang hujan, seluruh piranti dan sesaji disediakan sendiri oleh sang pawang. Ada yang membawa keris, ada pula yang membawa tombak. Ada pula pawang yang meminta pihak EO untuk menyediakan sesajinya sementara tugas pawang tinggal mendoakan.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar