Rabu, 30 November 2016

Kisah 2 Orang yang Selamat dari Kecelakaan Pesawat di Kolombia

Sehari setelah kecelakaan pesawat di Kolombia, muncul gambar memilukan yang menunjukkan pemain lain skuat Chapecoense tengah duduk di ruang ganti yang kosong.

Salah satu pemain yang tak berangkat itu adalah Alejandro Martinuccio. Ia selamat dari maut karena mengalami cedera.

"Saya diselamatkan karena cedera. Saya merasakan kesedihan yang mendalam. Satu-satunya hal yang bisa saya ucapkan adalah doa untuk para sahabat yang berada di dalam pesawat tersebut," ucap pemain berusia 28 tahun yang juga bermain untuk Villarreal di Spanyol kepada radio La Red Argentina.

Foto pilu pemain di kamar ganti tim Chapecoense. (Daily Mail)

Identitas kedelapan pemain lain yang tidak ikut dalam perjalanan itu telah dimuat di media lokal, yaitu Neném, Demerson, Marcelo Boeck, Andrei, Hyoran, Nivaldo, Moisés, dan Rafael Lima.

Banyak warga Brasil merasa sedih atas kehilangan tim sepak bola tersebut. Klub dari kota kecil Chapeco saat ini berada di puncak.

Mereka bergabung di divisi pertama Brasil pada 2014 untuk pertama kalinya sejak 1970-an. Mereka berangkat ke final Copa Sudamericana - setara dengan turnamen UEFA Liga Europa - setelah mengalahkan Argentina San Lorenzo.

"Semoga Tuhan bersama atlet kami, pejabat, wartawan dan tamu lain yang bepergian dengan delegasi kami," ucap pihak Chapecoense dalam pernyataan singkatnya.

Pilot dan awak kabin di dalam pesawat semua berasal dari Bolivia, sementara sebagian besar penumpang adalah warga Brasil dan sekitar 40 lainnya adalah delegasi klub Chapecoense.

Mereka termasuk 20 pemain, manajer, dan empat anggota lain dari tim kepelatihan termasuk asisten manajer, pelatih pribadi, kinesiologist dan tukang pijat.

Presiden klub dan wakil presiden klub Chapecoense juga di pesawat nahas itu, bersama manajer klub lain. Tim hanya berada sekitar lima menit dari tujuan mereka ketika pesawat jatuh.

Menurut pihak berwenang Civil Aviation Kolombia, salah satu yang selamat telah dikonfirmasi sebagai bek Chapecoense Alan Ruschel, Jakson Follman dan Zampier Neto. Sementara dua awak selamat diidentifikasi sebagai Ximena Suárez dan Erwin Tumiri dan wartawan Rafael Valmorbida.

Alan Ruschel dan Danilo Padilha. (Instagram @alanruschel)

Ini adalah pertama kalinya klub kecil dari Chapeco pernah mencapai final kompetisi besar klub Amerika Selatan, setelah menang Copa Libertadores pada bulan Juli.

Menurut wartawan olahraga Brasil, Thiago Suman Colombia, Atletico Nacional mempersiapkan untuk memberikan penghormatan kepada para pemain Chapecoense yang menjadi korban.

Wali Kota Chapeco, Luciano Buligon, menyatakan kesedihannya terhadap kehilangan tim Chapecoense.

"Kami telah berpindah dari meraih mimpi ke mimpi buruk," kata Luciano Buligon sambil menitikkan air mata dalam siaran yang ditayangkan TV Globo.

"Ini adalah momen berkabung, kesedihan, dan penghiburan bagi keluarga," ucap Buligon.

Sementara itu, Presiden Brasil, Michel Temer, menyatakan tiga hari berkabung atas tragedi itu.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar