Selasa, 08 November 2016

Kisah hidup pengarang The Lord of the Rings akan difilmkan

Para penggemar The Lord of the Rings bermain peran (cosplay) sebagai karakter kisah karangan J.R.R. Tolkien itu di depan poster filmnya di Moskow, Rusia (7/2/2002).
Para penggemar The Lord of the Rings bermain peran (cosplay) sebagai karakter kisah karangan J.R.R. Tolkien itu di depan poster filmnya di Moskow, Rusia (7/2/2002). © Yuri Kotchekov /EPA

Dunia fantasi yang ada dalam kisah The Lord of the Rings (TLOTR) amat kompleks. Berbagai macam ras seperti Elf, Hobbit, Dwarf, Manusia, Orc, dan Troll hadir dengan budaya dan tradisi yang berbeda-beda, seperti halnya perbedaan ras di dunia nyata.

Detail luar biasa TLOTR tak pelak dikarenakan kejeniusan pengarangnya, J.R.R. Tolkien dalam meramu kisah yang terjadi di tempat fiktif bernama Middle Earth itu. Setelah empat bukunya dijadikan enam film bioskop, kini giliran kisah hidup sang pengarang yang akan diangkat ke layar lebar.

Dilansir dari Deadline (7/11/2016), film ini akan berjudul Middle Earth. Kisahnya mencakup perjalanan J.R.R. Tolkien dan beberapa peristiwa yang menginspirasi pria kelahiran 1892 itu untuk menulis novel The Hobbit dan trilogi The Lord of the Rings.

James Strong akan menjadi sutradara Middle Earth. Kurun waktu 2006-2009, Strong sempat menyutradarai tujuh episode Doctor Who.

Karya lain Strong yang cukup dikenal adalah United (2011), yang diangkat dari kisah nyata mengenai perjalanan tim sepakbola Manchester United pada 1958, pasca delapan pemain utamanya tewas dalam sebuah kecelakaan pesawat.

Kisah Middle Earth akan mengikuti masa muda Tolkien dan kisah cintanya dengan Edith Brath, yang kelak ia nikahi.

Pasangan ini tinggal di Oxford, namun ketika Perang Dunia I mulai bergejolak pada 1914, Tolkien menjadi tentara sehingga harus meninggalkan sang istri. Pengalaman Tolkien berperang selama empat tahun menginspirasinya dalam meramu konflik kebaikan versus kejahatan dalam dunia TLOTR.

Naskah film ini bakal ditulis oleh Angus Fletcher, yang juga menulis naskah adaptasi kisah E.M. Forster berjudul The Longest Journey dan The Variable Man karangan Philip K. Dick.

Film ini akan diproduksi Bob Shaye dan Michael Lynne, mantan petinggi New Line Cinema --studio yang membuat trilogi TLOTR karya Peter Jackson.

Mereka berdua adalah pria di balik golnya proyek trilogi TLOTR (2001, 2002, dan 2003), yang saat itu dianggap memiliki risiko sangat besar untuk difilmkan. Risiko ini menjadi sebuah kemenangan besar bagi New Line, sebab akhirnya secara total tiga film TLOTR menghasilkan USD3 miliar.

Bersama Rachael Horovitz, Shaye dan Lynne memproduksi Middle Earth melalui rumah produksi Unique Feature. Sementara, distribusi akan dilakukan oleh Protagonist Pictures.

Sekilas tentang J.R.R. Tolkien

Dirangkum dari Tolkien Society, John Ronald Reuel Tolkien lahir di Bloemfontein, Afrika Selatan, pada 3 Januari 1892. Ia merupakan seorang sastrawan Inggris, khususnya Inggris Kuno dan Inggris Pertengahan.

Tolkien (dibaca Tol-ki-en) kuliah di Universitas Oxford pada 1911 untuk mempelajari sastra tua Inggris, bahasa Jerman (khususnya Gothic), Welsh, dan Finnish. Pada 1925, gelar Professor of Anglo-Saxon ia dapat dari salah satu universitas tertua di dunia itu.

Pada 1937, karya Tolkien berjudul The Hobbit dirilis. Tadinya hanya cerita pendek untuk anak-anak, The Hobbit malah menjadi fondasi untuk semesta Middle Earth, termasuk dasar cerita untuk TLOTR, yang terbit pada 1954-1955.

TLOTR menjadi karya sastra yang luar biasa. Tolkien yang jago sastra bahkan membuat beberapa bahasa karangan sendiri untuk memperkuat cerita yang ia bikin. Detail tinggi dalam deskripsi kisah fantasi ini kelak menjadi inspirasi bagi para pengarang fantasi lain seperti George R.R. Martin (Game of Thrones) dan C.S. Lewis (Chronicles of Narnia).

Pada 1959, Tolkien pensiun dari pekerjaan sebagai penulis. Bersama istrinya, Edith, ia pindah ke Bournemouth.

Tanggal 29 November 1971, Edith meninggal. Ronald menyusul kepergian istrinya dua tahun kemudian, tepatnya 2 September 1973. Mereka dikuburkan bersebelahan di daerah Oxford.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search