
Liputan6.com, Kirkuk - Melawan kelompok militan ISIS memerlukan strategi, tentunya agar tak mudah dikalahkan. Seperti yang dilakukan oleh Ako Abdulrahman.
Ako berpikir keras mencari sarana perlindungan kala ISIS di sekitar kota Kirkuk, Irak menyerang. Peshmerga Kurdi memutuskan untuk berinvestasi dalam sebuah mobil lapis baja, tetapi ia tak sependapat dengan pilihan yang digadang-gadang bisa menyelamatkan nyawa puluhan orang.
Setelah melihat-lihat, Ako pun menetapkan pilihannya pada kendaraan BMW antipeluru. Dengan membayar US$10.000, mobil model tahun 1990-an itu dibawa pulang dari sebuah tempat lelang.
"Teman-temanku sangat senang ketika tahu saya membeli mobil lapis baja," katanya kepada CNN yang Liputan6.com kutip, Kamis (10/11/2016).
"Kami mulai mengemudi ke garis depan dekat Kirkuk, tidak khawatir lagi tentang penembakan oleh ISIS atau bom pinggir jalan," imbuh pria 32 tahun yang tinggal bersama istri dan empat anaknya di Taza Khurmatou, sekitar 23 kilometer selatan Kirkuk.
Perjuangan Ako menyelamatkan banyak nyawa itu terjadi pada 21 Oktober. Saat itu puluhan militan ISIS melakukan serangkaian serangan terkoordinasi di kota kaya minyak. Mereka menargetkan pasukan keamanan dan warga sipil di beberapa lingkungan; 64 meninggal dan 86 militan dilaporkan tewas.
Lebih dari 100 warga sipil dan personel keamanan luka-luka. Banyak dari mereka menjadi sasaran karena penembakan tanpa pandang bulu oleh ISIS militan, sementara yang lainnya terperangkap oleh penembak jitu kelompok teror tersebut yang menyasar dari atap.
"Aku terus mengatakan pada diriku, orang-orangku berada dalam bahaya, mereka membutuhkanku, kotaku dalam bahaya, aku harus melindunginya."
"Ketika tiba di tempat kejadian, aku melihat banyak orang tergeletak di tanah. Warga sipil dan pasukan keamanan tak ada yang berani mendekat, karena penembak jitu ISIS menembak secara acak," katanya.
Ako mengatakan ia menggunakan mobilnya untuk mengangkut lebih dari 70 korban luka. Termasuk mengangkut jenazah.
"Di dalam mobil, aku membawa Sunni, Syiah, Kurdi, Turkmen dan umat Kristen. Aku merasa sepertinya inilah yang harus dilakukan orang-orang Irak," katanya bangga.
"Mobil saya menerima lebih dari tembakan 50 peluru, ada yang menandai di atasnya. ISIS terus menembak, berharap bisa menembus mobil dan membunuhku serta orang-orang di dalamnya.
Penawaran Mobil Baru
Gubernur Kirkuk, Dr. Najmaldin Karim lantas mengucapkan terima kasih secara pribadi kepada anggota Peshmerga itu. Dalam pertemuan di kantor gubernur.
Karim juga menawari Ako hadiah 500.000 dinar Irak atas tindakan heroiknya.
Ako mengaku tak menyadari bahwa pak gubernur menaruh uang ke dalam amplop, ketika ia meninggalkan kantor Karim setelah presentasi.
"Saya senang dengan sertifikat penghargaan dari gubernur, tapi saya pikir hadiah uang itu adalah penghinaan. Tindakan yang saya lakukan adalah sesuatu yang harusnya dilakukan setiap warga Irak," jelas Ako.
Ako bahkan menolak tawaran dari produsen otomotif Jerman yang berniat membeli mobil 'pahlawan' miliknya. BMW yang kini penuh lubang bekas peluru.
Perusahaan itu ingin menampilkan mobil tuanya di kantor pusat dan mengganti milik Ako dengan yang baru. Tapi Ako memilih untuk memperbaiki mobil tuanya dan menggunakannya.
"Saya bukan pahlawan, saya hanya seorang warga Irak biasa yang mengalahkanpenjahat dan pembunuh demi negara," pungkas Ako.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar