Kamis, 10 November 2016

Kisah Penjaga Sekolah Merangkap Guru SD

BERITA TERKAIT

  • Guru SD Terpencil Ciptakan Situs Belajar Guru, Sebulan Raup Ribuan Dolar

  • Berkat Doa Ibu, Guru SD Daerah Terpencil Ini Dikirim Mengajar ke Malaysia

  • Pemerintah Kekurangan Guru SD, Kuota Tahun Ini Dipatok 7000 Orang

  • Begini Cerita Ibu Guru Sri yang Mengaku Utusan Tuhan

JawaPos.com - Supriyadi bukan sembarang penjaga sekolah. Setiap pagi, ia menyiapkan seluruh kebutuhan sekolah, termasuk membersihkan kebun dan halaman. Pekerjaan itu pun harus dilakukannya dengan cepat, sebelum para murid dan guru datang.

Bukan demi pujian, tapi pria 25 tahun itu harus segera berganti peran. "Saya mengajar juga di sekolah. Ya tukang kebun, ya, guru," tuturnya bangga kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group).

Sudah lima tahun pria supel ini mengabdi di Kelas Jauh SDN Gobang 04, Kampung Kukuk Sumpung, Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Saat ini, Supriyadi memiliki 120 anak didik. Meski berstatus honorer, dia tetap harus mengajar untuk murid kelas 1 sampai 6 SD.

Saat itu, sekitar pukul 10.00 WIB, di awal pekan, pria tamatan SMK ini tampak sibuk mengatur siswa yang harus bergantian ruang kelas. Murid kelas 1, 2, dan 3 mesti segera pulang. Sementara kelas 4, 5, dan 6, menanti sembari bermain di kebun belakang.

"Geura uwih, ulah ulin heula (segera pulang, jangan main dulu, red)," ucap Supriyadi kepada siswanya.

Mengenakan seragam PNS, Supriyadi tampak gagah di hadapan anak didiknya. Tapi pagi sebelum mengajar, kata dia, kaos lusuh dan celana robek yang menjadi pakaian dinas.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar