Rabu, 09 November 2016

Kisah Penjaga TMP Seribu Serpong Didatangi "Penghuni" Makam

TANGERANG SELATAN – Tentu tak sembarang orang yang bisa menjaga dan merawat area pemakaman. Selain butuh ketelatenan, hal terpenting lainnya yang diperlukan adalah keberanian. Itu mengingat pemakaman merupakan lahan kubur atas jasad manusia yang telah meninggal dunia.

Begitu halnya yang dirasakan Ilham Nuruddin (33). Sejak 2010, dia dipercayakan untuk mengelola Taman Makam Pahlawan (TMP) Seribu Serpong yang terletak di Jalan Raya Serpong, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan.

BERITA REKOMENDASI


Kesehariannya banyak dihabiskan untuk merawat dan membersihkan area makam seluas 9.835 meter persegi itu. Bahkan beberapa kali dalam seminggu, dia harus menginap di tempat tersebut karena dua rekannya yang lain hanya bisa bertugas pada siang hari.

(Foto: Hambali)

Pria yang tinggal di daerah Kampung Sengkol, Muncul, Setu, Tangsel, ini memiliki kisah tersendiri tentang pemakaman yang dikelolanya. Meski berbau sedikit mistis, ia meyakini bahwa ada pesan positif yang didapat dari pengalaman tersebut.

Dia pun mulai bercerita saat awal mengelola makam itu, hampir tiap kali ada arwah penghuni makam yang masuk ke dalam mimpinya. Dalam alam bawah sadar, para "penghuni" tersebut kerap menasihatinya agar bekerja ikhlas dan tanpa pamrih untuk menjaga makam.

"Waktu pertama saya kerja di sini memang saya sempat ragu dengan gaji yang terbilang kecil, sedangkan kebutuhan saya banyak. Tapi, tiba-tiba saya bermimpi didatangi penunggu makam ini. Mereka menasehati saya," kata Ilham kepada Okezone, Selasa (8/11/2016).

(Foto: Hambali)

Meskipun mimpi itu dialaminya hingga berkali-kali, kondisi tersebut tak membuatnya takut. Sampai kemudian dia justru memutuskan mengambil hikmah atas pesan yang disampaikan melalui mimpi tersebut.

"Sejak itulah saya bekerja mengabdikan diri saya sepenuhnya untuk merawat pemakaman ini. Alhamdulillah rezeki yang datang selalu mencukupi kebutuhan saya dan keluarga," ungkapnya.

Sekadar diketahui, TMP Seribu Serpong saat ini dikelola Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel. Sejak 1996, pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang telah memutuskan umemindahkan makam dari situs aslinya yang berada di daerah Cisauk ke daerah Setu yang kemudian diserahkan ke Pemkot Tangsel.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar