Selasa, 08 November 2016

Kisah Petani Kubu Raya, Dari Sepeda Motor Hingga Punya Mobil

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Bagi masyarakat petani Dusun Madani Desa Mekarsari Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Kalbar, berbagai kesukaran hidup dalam bercocok tanam sejak menempati lahan gambut tak bertuan sudah mereka rasakan.

Hingga mulai mampu berapadaptasi dengan alam dan bangkit kembali dari keterpurukan.

Tampak dari bangunan rumah, banyak sudah permanen berukuran besar. Begitupula dari style kehidupan, kendaraan roda dua bahkan ada pula yang memiliki mobil.

Dari 500 KK ditempatkan pemerintah pertama kali, saat ini sudah berkisaran 800 KK. Pertanian semakin baik dengan banyaknya jenis tanaman yang digarap. Pola-pola penanaman muncul dengan sendirinya.

Seperti halnya, pembakaran lahan menjadi awal dan seakan wajib dalam setiap bercocok tanam. Baik jagung, padi dan sayur. Jauh sebelum ada larangan membakar lahan, lantaran mengantisipasi terjadi rembetan kebakaran. Masyarakat sudah punya cara tersendiri sebagai kearfian lokal dalam menjaga lingkungan.

"Semenjak adanya larangan membakar ini, kita sudah tak berani membakar lagi. Karena kadang kalau ketahuan helikopter langsung menyiram dari atas. Meski ada orangnya tetap disiram," kata seorang ibu petani Mastufa (30).

Dulunya, masyarakat memang sedikit leluasa untuk membakar. Namun tetap hati-hati agar tidak sampai, pembakaran lahan yang dilakukan merembet ke lahan lain dan menimbulkan kerugian.

"Dari dulu kalau kita membakar tetap kita jaga apalagi kalau berdampingan dengan lahan orang lain yang ada tanamannya," katanya.

Apalagi sekarang, Mastufa menerangkan tak bisa meningkalkan cara membakar lahan sebelum bercocok tanam. Sebab tanaman apapun tidak tumbuh dengan baik jika tidak dibakar. Karena dampak dari adanya zat asam gambut. Cara menghilangkannya hanya dengan cara dibakar.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search