Rabu, 09 November 2016

Sangat Menyentuh, Kisah Kesabaran Guru Difabel Menghadapi 6 Murid Difabel

BANJARMASINPOST.CO.ID - Meskipun sejak kecil kedua kakinya tak sempurna dan salah satu tangannya hanya memiliki satu jari, Ihsan (29) tak kecil hati.

Pemuda kelahiran Telok Selong Ulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, ini tetap teguh untuk menggapai cita-citanya menjadi guru.

Putra pasangan almarhum Sya'rani Amin dan Siti Nor Wahdah ini berjuang keras di tengah keterbatasan ekonomi orangtuanya.

Setelah menempuh pendidikan dari madrasah ibtidaiyah hingga Universitas Lambung Mangkurat, Ihsan akhirnya mampu meraih mimpinya menjadi pendidik.

Dengan mengenakan kaki palsu di kedua kakinya, Ihsan berangkat ke Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri (SDLBN) Sungai Pering Martapura.

Di kelas IIIC, tempatnya bertugas, dia dengan super sabar mendidik enam muridnya yakni Zidan, Iqbal, Anas, Ari, Rahar serta Aldi.

Maklum saja, enam murid tersebut juga memiliki keterbatasan diri (difabel/disabilitas). Ada yang tunagrahita ringan, ada pula yang autis.

Lengkapnya baca harian Banjarmasin Post hari ini, Rabu (9/11/2016) atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Baca juga berita menarik tentang hukum, kriminalitas, sosial, budaya, pendidikan, selebritas, dan berita seputar Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura di Harian Metro Banjar hari ini, atau klik http://epaper.banjarmasinpost.co.id

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search