Sabtu, 12 November 2016

Senja di Rumah Marni, Sepenggal Kisah Penembakan Misterius Masa Orde Baru

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anesh Viduka

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - "Tiga tahun jadi istrimu, aku rela terkekang, setiap hari cuma di dalam rumah tok, nggak bisa nyapa tetangga, jangankan nyapa tetangga mas, keluar pintu rumah aja aku itu nggak berani."

Demikianlah penggalan kalimat yang diucapkan oleh Marni, istri seorang mantan preman bertato dalam lakon yang berjudul Senja Di Rumah Marni karya Mahbub Qurtubi yang dipentaskan oleh Selatan Jogja (SJ) Teater dari ISI Yogyakarta pada Parade Teater Khatulistiwa 2016 di Taman Budaya, Jalan A Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (11/11/2016) malam.

Pementasan ini akan berlangsung hingga 12 November 2016.

Lakon ini diadaptasi dari film pendek yang berjudul Marni karya Kunz Agus yang menceritakan sepenggal kisah peristiwa penembakan misterius pada masa orde baru pemerintahan Indonesia sekira tahun 1983 silam.

Dengan dalih menjaga keamanan, beberapa orang yang dicurigai melakukan tindak kriminal ditembak secara misterius pada malam hari. Dan mayatnya ditemukan oleh warga di pagi hari di sejumlah tempat.

Menurut sang sutradara, Kurniawan Hasnajaya, operasi ini pertama kali dilakukan di Yogyakarta. Setelah berhasil, kemudian disebarkan di seluruh Indonesia.

Pasca operasi petrus ini, masyarakat sering kali dihebohkan oleh penemuan-penemuan mayat di sejumlah tempat.

Akibatnya, warga yang menggunakan tato menjadi sangat ketakutan dan khawatir akan menjadi target operasi berikutnya.

Pada masa itu, masyarakat yang memakai tato akan dibunuh karena indentik dengan tindakan kriminal.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search