Sabtu, 03 Desember 2016

Kisah Rombongan Banua Mengikuti Aksi Super Damai 212 di Jakarta

PROKAL.CO, Aksi Bela Islam jilid III di Jakarta atau aksi 212 yang digelar kemarin, melibatkan jutaan umat Islam yang datang dari Aceh sampai Papua, diantaranya juga termasuk ratusan warga banua. Berikut beberapa diantara kisah mereka.

Salah satu rombongan yang cukup besar berangkat dari banua ke Jakarta adalah warga Front Pembela Islam Kalsel. Menurut Ketua FPI Kalsel Habib Zakaria Bahasyim, ada sekitar 300 orang yang ikut bergabung. Dikatakan Habib, mereka ada yang berangkat beberapa hari sebelumnya. Mereka ada yang menginap di rumah keluarga, kerabat dan ada yang bermalam di tempat penginapan.

"Dari kemarin sudah banyak ada yang berangkat, sampai sore dan yang tiba malam harinya juga ada," katanya.

Ditanya apakah mengetahui ada aksi serupa yang juga di gelar oleh organisasi masyarakat (Ormas) di Banjarmasin, Habib mengaku sudah mendengar rencana itu. Tapi untuk massa FPI sesuai arahan dari pusat, mereka hanya mengikuti aksi yang di Jakarta.

Tuntutan yang diinginkan kata Habib, berharap menuntut keadilan terhadap pelaku penista agama dan Alquran agar segera dilakukan tindakan hukum tegas. Karena dalam pasal 156 dan 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) perkara penistaan agama yang dikenakan terhadap pelaku sudah jelas.

"Jalankan hukum dengan seadil-adilnya, bagi siapapun, jangan beralasan macam-macam, karena selama diperlakukan tidak sama dengan pelaku penista agama lainnya, yang sudah menjalani hukuman, umat Islam akan terus berdemo," tegasnya.

Salah seorang warga Kalsel yang berangkat ke Jakarta dan ikut berunjuk rasa, Fikri menceritakan bahwa massa muslim yang hadir berasal dari berbagai daerah di Indonesia. meskipun datang dari berbagai daerah, namun sikap kekeluargaan antar sesama umat terjalin dengan baik. Gema takbir berkumandang setiap saat memuji kebesaran Allah, seluruh yang hadir terharu. "Ada rasa bangga berkumpul dengan satu tujuan bela Islam," ucapnya.

Tuntutan yang disampaikan seluruh pengunjuk rasa, kata pria yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel ini, adalah meminta agar pelaku penista agama yang sudah ditetapkan sebagai tersangka segera dipenjarakan. "Satu kata, tahan Ahok," tegasnya. Sementara itu, warga Kalsel lainnya H Hidayatul Akbar yang berangkat bersama sembilan orang lainnya, mengaku sangat terharu berada diantara lautan manusia yang datang karena panggilan membela Alquran.

"Kami bada subuh langsung turun dari penginapan, sekitar 2 kilometer dari Monas, di jalan sudah beriringan massa menuju Monas, kami sendiri hanya bisa mencapai jarak terdekat sekitar 75 meter dari panggung utama," ujar Humas Hizbut Tahrir Indonesia Kalsel ini.

Menariknya, rombongan Hidayat membawa spanduk dari banua yang berisi tuntutan umat muslim Kalsel. Usai aksi, ternyata spanduk ini menarik sejumlah rombongan dari daerah lain untuk ikut berfoto bersama. (gmp/ema)

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search