Jumat, 06 Januari 2017

Kisah Pilu Gadis Muda, 13 Tahun Diculik dan Dijadikan Budak Seks

Liputan6.com, Jakarta - Selama 13 tahun lamanya, Anna Ruston ditahan di rumah sang penculik. Tanpa henti, ia dipukuli dan dijadikan budah seks.

Anna Ruston sendiri bukan nama sebenarnya. Identitas aslinya disembunyikan untuk menjaga keselamatan perempuan itu. Bagaimanapun, ia seolah tak kehabisan bukti untuk menyeret penculik dan pemerkosanya ke penjara.

Anna pertama kali diculik saat berusia 15 tahun. Ia mengaku dirinya adalah remaja yang rapuh karena tinggal bersama teman ibunya. Orang tuanya bahkan tak menginginkan dirinya.

"Nenek yang biasa membesarkanku meninggal waktu aku berusia 10 tahun. Orang tuaku tak menginginkanku, jadi aku tinggal bersama teman ibuku," ujar Anna yang kini berusia 44 tahun.

Kemudian, ia bertemu dengan sang penculik, Malik, pada tahun 1987. Malik sendiri merupakan sopir taksi keturunan Asia. Kepedulian pria itu membuat Anna terlena. Karenanya, saat Malik mengajak dirinya pergi minum teh ke rumahnya, Anna tidak menolak.

Ketika dibawa ke rumah Malik, Anna didandani bak wanita Asia lainnya. Ia diberi pakaian tradisional, rambutnya dicat hitam. Malik bahkan membuat Anna mengenakan selendang di kepala untuk menutupi kepalanya.

Malik mengaku kalau ia tinggal bersama saudara laki-laki, anak dan istri saudaranya, serta ibunya sendiri. Di rumah Malik, Anna disuguhkan teh susu dan saat pria itu memintanya menginap, ia mengiyakan permintaan pria itu. Seolah tak bisa menolak.

-

Pada malam hari, Malik mendatangi kamar Anna. Mengikat perempuan itu dan menyebutnya wanita jalang yang akan ia miliki. Anna bahkan mendapat pelecehan seksual dan dikurung di dalam kamar itu.

"Sampai sekarang, aku seperti masih bisa melihat kamar tidur itu. Tempat di mana aku menangis tiap malam. Aku masih bisa merasakan semuanya, hingga ke kaleng yang kugunakan untuk buang air," tutur Anna tersedu.

Kekejian pria itu berlanjut tiap malam selama 13 tahun. Yang paling mengerikan, Malik bahkan melihat Anna sebagai mesin penghasil uang. Ia menjual tubuh Anna pada tiap teman pria yang datang ke rumahnya.

Selama penculikan berlangsung, keluarga Malik seolah menutup mata dari semua itu. Istri Malik kadang bersikap baik dengan memberikannya obat penghilang rasa sakit, tapi mereka semua tak bisa berbuat apa-apa.

"Mereka terlalu takut untuk mengatakan apapun. Mereka juga disiksa."

Satu-satunya masa Malik tak menyentuh Anna adalah ketika ia hamil. Anna sangat bahagia ketika merasakan ada bayi yang bergerak di perutnya. Akan tetapi, itu hanyalah permulaan dari kekejian Malik lainnya.

1 dari 3 halaman


Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar