Selasa, 29 Agustus 2017

Kisah Konyol di Balik Duel Indonesia dan Myanmar di SEA Games

Senin, 16 Desember 2013, menjadi hari yang tidak akan terlupakan bagi para pecinta sepak bola Myanmar. Hari "terkutuk" yang mencoreng sepak bola negeri seribu kuil tersebut.

Saat itu, Myanmar akan bertemu Timnas Indonesia U-23. Kick off baru akan digelar pukul 18.45 waktu setempat. Namun sejak siang hari, jalanan dan halaman di sekitar Stadion Thuwunna yang menjadi arena pertemuan sudah ramai oleh suporter tuan rumah. 

Euforianya mirip Piala Asia 2007 di Indonesia. Masyarakat Myanmar bahkan ada yang rela menginap untuk mendapatkan tiket pertandingan tersebut. Animo penonton memuncak, karena pertandingan melawan Timnas Indonesia U-23 merupakan penentu ke semifinal. 

Jalanan di depan stadion berubah jadi panggung hiburan. Suporter tuan rumah dari berbagai aliran bernyanyi dan meneriakkan yel-yel penyemangat bagi tim nasional mereka. Dengan sirih di mulut, mereka berpesta meski pertandingan belum masih jauh dari jadwal kick off.

Ribuan tentara dikerahkan untuk mengamankan suasana. Sebagian berjaga di pintu masuk. Pemeriksaan juga berlangsung ketat. Yang tak punya ID atau tiket jangan harap bisa dekati stadion. Dengan cermat mereka memeriksa satu persatu penonton yang masuk.  

Wajar bila hari itu, pendukung Myanmar membludak. Sebab sepanjang babak penyisihan Myanmar tampil memukau lewat permainan cepatnya di bawah asuhan, Park Sheong-hwa. 

Sebelum bertemu Indonesia, tuan rumah berhasil mengalahkan Kamboja 3-1 dan menggulung Timor Leste 3-1. Myanmar juga mampu menahan imbang Thailand 1-1. 

Sebaliknya, Indonesia baru menang satu kali, yakni atas tim terlemah, Kamboja. Itu pun dengan skor tipis 1-0. Selebihnya Indonesia dibantai Thailand 1-4 dan imbang 0-0 lawan Timor Leste. Itu sebabnya, Myanmar sempat menempati posisi kedua dan Indonesia ketiga. 

Di atas kertas, Myanmar unggul segala-galanya atas Indonesia. Tuan rumah telah mengemas 7 poin sedangkan Indonesia baru 4 poin. Agregat gol juga bak langit dan bumi. Indonesia -2 sedangkan Myanmar +5. Produktivitas apalagi, Indonesia 2 gol dan Myanmar 7 gol. 

Wajar bila publik Myanmar menaruh harapan besar tim kesayangannya bakal melaju ke babak semifinal. Ibaranya, duel melawan Indonesia hanya sekadar pelengkap saja.

Mendekati jadwal kick off, stadion sudah terisi penuh. Ruang wartawan yang harusnya steril juga sudah didukui oleh suporter tuan rumah yang tidak kebagian tempat di tribun. 

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar