Sabtu, 26 Agustus 2017

Mirip Kisah Titanic, Anton Saksikan Lima Nelayan Melepaskan Diri

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG- Sukacita terbit di pelabuhan Navigasi Bitung begitu kapal milik Basarnas yang membawa empat nelayan KM Baku Sayang yang selamat merapat di pelabuhan Bitung, Jumat (25/8) sekira pukul 21.30 Wita.

Puluhan keluarga keempat ABK tersebut bersorak kegirangan, memanggil nama ayah atau anak mereka, lantas memeluk sambil berurai airmata bahagia.

Salah seorang nelayan yakni  Antonius Kabuhung harus ditandu dari kapal menuju mobil ambulans.

Kontras dengan suasana yang meriung itu Anton nampak sedih.
Wajahnya pucat pasi, ekspresinya seperti menahan sakit.Bulir air di matanya menambah kuat aura kesedihan itu.

Pria bertubuh besar ini ternyata belum bisa melepaskan diri dari pengalaman traumatisnya selama tiga hari terombang ambing di lautan.

Dia menyaksikan  kelima anak buahnya melepaskan diri dari rakit saat terombang - ambing di lautan.

Anton dengan segala cara sudah membujuk mereka untuk bertahan, menyebut keluarga hingga kebesaran Tuhan. Namun para nelayan telah lemas dan putus asa hingga memilih melepaskan diri dan Anton melihat para nelayan tenggelam dengan hati tersayat - sayat.

"Senin sore seorang ABK meminta izin untuk melepaskan diri, saya sudah bujuk agar bertahan, namun ia katakan sudah tak sanggup, katanya pesan saja pada keluarga tolong doakan saya," kata dia dengan mata berkaca - kaca kepada Tribun Manado Jumat (25/8) sekira pukul 21.30 Wita di atas kapal Basarnas.
Ternyata peristiwa tragis itu barulah awal. Pukul delapan malam,

seorang nelayan kembali melepaskan diri dari rakit.Hal tersebut diikuti seorang nelayan lagi pada keesokan paginya.Nelayan itu, sebut dia, meninggal tak jauh dari rakit dan tenggelam.

"Pedih rasanya," kata dia.
Dua peristiwa itu membuat Anton gigih menguatkan nelayan yang lain.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar