Senin, 04 September 2017

Kisah Kelam Mahasiswa Jurusan Olahraga yang Putus Kuliah Gara-gara Narkoba

Laporan Wartawan Tribun Medan/Array A Argus

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Nelson Simbolon adalah satu dari ribuan orang yang sempat terjerumus narkoba di Sumatera Utara.

Namun, berkat kerja keras dan kemauannya untuk berhenti dari narkoba, ia pun rela tinggal di tempat rehab selama setahun lebih.

Saat hadir dalam dialog anti narkoba yang diselenggarakan BNN Sumatera Utara dan Jaringan Perlindungan Anak (JPA), Nelson pun bercerita bagaimana ia kecanduan sabu-sabu dan ekstasi.

Pada tahun 2004, ketika Nelson masih sekolah, ia sempat coba-coba menggunakan lem kambing.

Seiring perkembangan zaman, Nelson pun mulai mencandui sabu-sabu, hingga ia putus kuliah di jurusan olahraga Universitas Negeri Medan (UNIMED).

"Kecanduan narkoba itu sangat tidak enak sekali. Semua barang berharga habis saya jual waktu itu. Bahkan saya kerap melawan orangtua," ungkap Nelson di SOS Children's Village Jl Seroja Raya, Medan Tuntungan, Senin (4/9/2017).

Ia mengatakan, lem kambing jadi pintu masuk dirinya terjerumus kelamnya dunia narkoba.

Bahkan, kata Nelson, gara-gara menghirup lem kambing, seorang temannya ditabrak mobil ketika mereka asyik mabuk lem di jembatan Kota Kisaran.

"Saya hanya ingin berbagi pengalaman pada semua orang. Bahwa gara-gara narkoba, semua akan rusak. Seperti saya."

"Ketika orangtua mempercayai saya untuk kuliah di Medan, saya justru membeli sabu-sabu tiap kali mendapat kiriman," ungkap Nelson.

Meski semua kepahitan telah ia lalui, Nelson mengajak para pecandu untuk segera melakukan rehabilitasi.

Katanya, rehabilitasi itu tidak sengeri dan sesuram yang diceritakan orang-orang.

"Saya sempat menjalani rehabilitasi di Lido Bogor. Jadi kalau ada yang bilang rehab itu dipukuli, dianiaya, itu tidak benar. Buktinya, saya malah tambah gemuk," pungkas Nelson mengakhiri.(Ray/tribun-medan.com)

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar