Jumat, 22 September 2017

Kisah Maskur Pengemudi Taksi Blue Bird yang Bantu Melahirkan Penumpangnya

JAKARTA - Usai mengantar tamunya dari Sunter Agung, pada Kamis 21 September 2017 sekitar pukul 21.00,  Taksi Blue Bird yang dikemudikan Maskur melintas di Gang Pulo Kecil RT 03/RW 09, Kemayoran Jakarta Pusat. Tiba-tiba dua wanita setengah baya menyetop dan minta diantar ke Rumah Sakit Serdang Kemayoran untuk membawa ibu hamil yang ingin bersalin.  

Sekitar 10 menit, terlihat dua wanita bersama seorang perempuan yang hamil tua. Dengan spontan, Maskur langsung keluar dari taksinya dan ikut memapah tubuh perempuan hamil bernama Mutia Maharani kemudian membuka pintu belakang.

Taksi Blue Bird bernomor lambung KF 3288  langsung melaju, namun kondisi jalan tidak memungkinkan untuk melaju cepat karena jalanan sempit dan banyak 'polisi tidur'.   

"Pak.. bisakah lebih kencang lagi, sudah mau melahirkan neh," ujar salah satu wanita pengantar.

"Maaf Mba, saya tidak bisa memacu kendaraan karena kondisi jalan sempit dan banyak polisi tidur," jawab Maskur diiringi teriakan dari si ibu hamil.  

Sekitar 15 menit perjalanan, teriakan Mutiara Mahari semakin menjadi. Ternyata takdir berkata lain, wanita ini harus melahirkan di Taksi Blue Bird. Maskur terus menenangkannya agar si Ibu terus beristigfar dan berdoa.   

"Beberapa kali saya menengok kebelakang. saat itu saya  gugup dan takut kalau terjadi masalah, namun saya terus bertawakal, harus tetap tenang dan konsentrasi karena kondisi jalan di kampung yang sempit," ujar Maskur.

Doa mereka terkabul sebelum sampai  RS Serdang Kemayoran, saat melintas di Jalan Tombak  Basoka Ujung,  Kemayoran Jakarta Pusat terlihat papan reklame kecil bertuliskan Klinik Bersalin Bidan Hj Maisalamah.

Taksi bernopol  B 1488 BTC  langsung menepikan kendaraannya, salah satu wantia pengantar langsung keluar dari taksi dan bergegas menuju pintu klinik.   

Beberapa saat kemudian, terlihat wanita berusia 55 tahunan mengenakan hijab bernama bidan Hj Maisalamah keluar sambil membawa perlengkapan medis untuk proses persalinan.

Saat membuka pintu taksi ternyata sang bayi sudah lahir. Dengan sigap si bidan langsung melakukan proses persalinan dengan memotong tali pusar bayi, kemudian membungkusnya dengan kain bedong dan dibawa ke klinik oleh asisten bidan.

Setelah proses persalinan, tanpa dikomando Maskur kembali memapah Mutia Maharani dibantu kawannya untuk mendapat perawatan medis di klinik.  

Setelah itu, Maskur bersama bidan Hj Maisalamah membersihkan darah dan air ketuban yang berceceran di bangku belakang. Tanpa risih, Maskur melakukan semuanya sampai taksi kembali bersih. Alhamdulillah, kata itulah yang terucap dari pria kelahiran Kebumen 42 tahun silam.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search