Rabu, 27 September 2017

Kisah Nyata di balik Film Ruqyah: The Exorcism

TEMPO.CO, Jakarta -Sutradara Jose Poernomo kembali menggarap film horor yang diberi judul Ruqyah: The Exorcism. Film ini menceritakan tentang seorang aktris bernama Asha yang dengan mudahnya memikat hati para lelaki.

Makhluk gaib atau roh jahat yang merasukinya lantas menjadi penyebab laki-laki mana pun jatuh hati padanya.

"Film ini khusus memang. Ini terlalu wizard," kata Jose Poernomo di Metropole XXI, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 26 September 2017.

Jose menjelaskan, Ruqyah: The Exorcism diangkat dari kisah nyata yang dialami temannya pada 2012 silam. Teman yang dimaksud digambarkan menjadi seorang wartawan bernama Mahisa. Mahisa diperankan oleh Evan Sanders.

Meski diangkat dari kisah nyata, Jose tak mau membeberkan sosok Mahisa sesungguhnya. Sebab, karakter asli Mahisa bukanlah seorang wartawan. Yang pasti, Mahisa adalah seorang kaya raya yang terjebak perangkap gaib tokoh Asha.

"Bukan (wartawan). Gue enggak mau ceritain siapa orang ini, karena gue ceritain, pasti tau semua siapa dia," tutur Jose.

Profesi wartawan dirasa paling cocok menggambarkan tokoh Mahisa. Sebab, aktivitas meriset paling wajar dilakukan oleh seorang wartawan.

Dalam kisah nyatanya, Mahisa mencari tau apa yang terjadi pada Asha. Berbagai cara pun dilakukan serba sendiri untuk melepaskan Asha dari jerat makhluk gaib. Bahkan, Mahisa rela meninggalkan istri dan anaknya demi wanita lain, Asha.

"Jadi masuk akal. Gue enggak harus menceritakan si orang asli temen gue ini profesinya apa. Pokoknya tragis kalau bicara aslinya," jelas Jose.

Melalui cerita nyata yang dikemas dalam film horor ini, Jose ingin menyampaikan bahayanya bergantung pada makhluk gaib -atau jin, begitu sebutan dari Jose- untuk mencari kekayaan, pekerjaan, dan ketenaran. Adapun satu-satunya cara melepaskan gaib itu adalah ruqyah.

Film ini berdurasi sekitar 90 menitmenitdan akan tayang pada 5 Oktober 2017. Tokoh utama dalam film ini siperankan Evan Sanders (Mahisa) dan Celline Evangelista (Asha).

LANI DIANA

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar