Sabtu, 30 September 2017

Kisah Pilu Pria Jadi Supir Taksi Selama 23 Tahun Demi Cari Anaknya

Jakarta - Ketika sepasang suami istri menyambut berkah kehadiran seorang anak, kehidupan mereka secara otomatis berubah. Menjadi orangtua dan mulai berbagi hidup dengan anak-anaknya, hingga akhirnya mengorbankan segalanya untuk mereka. Dan hal paling menyakitkan bagi orangtua adalah kehilangan sang anak.

Wang Mingquing dan istrinya adalah penjual buah di Chendu, China. Bersama putri kecil mereka, pasangan itu menjajakan jualannya di trotoar untuk mendapatkan uang dan menghidupi kebutuhan keluarga. Tapi suatu hari pada 1994 sebuah tragedi terjadi. Ketika puluhan pelanggan berbondong-bondong membeli produk mereka, Wang dan istrinya sibuk melayani para pelanggan dan tak memperhatikan bahwa anak perempuannya sudah tidak lagi berada di samping mereka.

"Setelah pelanggan pergi, saya tidak bisa melihat kemana putri saya pergi. Dia tidak terlihat di mana-mana," tutur Wang kepada Insight.

Kehilangan anak bagi Wang telah membuat duka yang dalam bagi dirinya. Iapun memutuskan untuk menjadi supir taksi agar bisa menemukan buah hatinya. Menurutnya, cara terbaik yang dapat dilakukan adalah menjadi supir taksi dan bertanya kepada setiap penumpang apakah mereka pernah melihat putrinya itu.

Kisah Pilu Pria Jadi Supir Taksi Selama 23 Tahun Demi Cari AnaknyaFoto: Istimewa

"Setiap hari rasanya seperti di neraka. Ketika saya di rumah dan mendengar sesuatu yang berisik di luar rumah, saya sangat berharap jika itu adalah putri saya," jelas Wang

Di dalam taksi Wang, terdapat foto anak perempuannya dan ia memastikan untuk membagikan selebaran putrinya yang hilang itu kepada semua pelanggannya. Wang juga meminta setiap pelanggan untuk membantu menemukan putrinya.

Sayangnya, hal-hal tidak berjalan sesuai dengan keinginan Wang. Setelah 23 tahun putrinya hilang, ia masih bekerja sebagai supir taksi dan terus berusaha untuk menemukan sang anak, namun tak pernah berhasil menemukannya.

Dengan cerita Wang yang menjadi viral ini, ia masih terus berharap bahwa akan ada seseorang yang telah melihat putrinya. Sambil bercerita kepada setiap penumpang yang naik taksinya, Wang mengungkapkan bahwa ia minta maaf kepada putrinya belum bisa menjadi ayah yang baik.

"Ada yang ingin selalu saya katakan padanya, maaf, saya tidak memenuhi tanggung jawab saya sebagai seorang ayah," ungkap Wang. (agm/eny)

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar