Minggu, 03 September 2017

Mengharukan! Kisah Pemotong Rumput yang Tempuh Pendidikan Tinggi hingga Raih Gelar Doktor

CAPE TOWN - Mengejar pendidikan tinggi di tengah arus kemiskinan bukanlah hal mudah. Sebab, tingginya biaya pendidikan kerap menjadi batu pengganjal untuk menempuh pendidikan tinggi. Jangankan untuk meraih gelar doktor, menjadi lulusan sarjana pun sulit.

Tetapi tekad kuat itu ada di dalam diri seorang pemotong rumput yang sekaligus menjadi wisudawan bergelar doktor di University of Western Cape (UWC). Dia adalah Riaan Cedras (33).

BERITA REKOMENDASI

Sebelum menuntaskan perguruan tingginya, Riaan adalah seorang pemotong rumput yang pernah bekerja bareng dengan mantan narapidana di Afrika Selatan.

Namun, kata-kata seorang guru di SMA-nya kerap terngiang-ngiang di benaknya. Riaan mengaku, guru SMA-nya itulah yang mendorong dia untuk bangkit dari kemiskinan dengan mengejar pendidikan setinggi-tingginya.

"Jika bukan karena guru saya, saya tidak akan berada di sini," kata Riaan seperti dilansir dari News24, Minggu (3/9/2017).

Ia mengisahkan, saat dirinya duduk di bangku kelas 10, gurunya tersebut datang kepadanya dan mengatakan bahwa Riaan bisa maju bila mementingkan pendidikan.

"Dia semacam membuat saya merasa istimewa. Dia mengenali potensi itu dalam diri saya," ungkapnya.

Riaan kecil tumbuh di Lavender Hill di Cape Flats. Di sana, pendidikan bukanlah suatu yang menarik bagi sebagian besar masyarakatnya. Oleh sebab itu, ketekunan Riaan kerap membuatnya merasa terkucilkan dan dirundung.

"Saya diejek sepanjang hidup saya. Saya pikir saya akan jadi gila (karena itu). Itu menurukan minat saya pada mata pelajaran karena saya tak ingin dikenal sebagai manusia kutu buku," ungkapnya.

Sementara orang-orang di sekitarnya kerap nampak bangga dengan obat-obatan dan senapan. Namun itu bukan gaya Riaan, ia tetap menempuh pendidikannya.

Riaan sendiri lulus dari Wittebome High School di Wynberg pada tahun 2001. Usai itu, dia bekerja sebagai pemotong rumput di Angkatan Laut Afrika Selatan selama lebih dari satu tahun.

"Setelah bekerja, para pekerja lain menggoda saya karena saya membaca. Lalu mereka bilang, tidak, kamu bukan bagian dari kami, kamu cerdas. Ini yang memotivasi saya kuliah," kenangnya.

Dari hasil kerja memotong rumput itulah Riaan menapaki perguruan tingginya di UWC pada 2003. "Saya terus memotong rumput sampai seminggu sebelum kelas dimulai."

Untuk membiayai studi setelahnya, Riaan mengaku telah menerima bantuan dana keuangan siswa. Bantuan teman dan keluarganya juga turut memotivasinya hingga lulus dengan gelar doktor.

Kini, Riaan Cedras telah menjadi lulusan PhD di bidang biologi kelautan. Pada disertasinya itu, Riaan menulis karya ilmiah tentang copepoda di Samudera Hindia.

(sus)

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search