Senin, 04 September 2017

OKEZONE STORY: Kisah Tragis Bapak Bom Atom yang Diasingkan Karena Menentang Presiden

PADA 16 Juli 1945, sekelompok tim peneliti dan insinyur menyaksikan ledakan yang sukses dibuat bom atom pertama, Trinity di lokasi uji coba Alamogordo, New Mexico, Amerika Serikat (AS). Tim yang disebut dengan Manhattan Project itu mengembangkan senjata pemusnah massal tersebut secara rahasia di Laboratorium Lo Alamos selama Perang Dunia II. Saat bom itu selesai dibuat, pihak sekutu telah meraih kemenangan di Eropa dan masih berusaha memenangkan pertempuran dengan Jepang.

Direktur Laboratorium Los Alamos Robert J. Oppenheimer yang dijuluki sebagai "bapak bom atom" menyaksikan uji coba itu dari kejauhan. Dia melihat saat ledakan Trinity menghasilkan sebuah awan jamur setinggi sekira 12 kilometer (km) dan menyadari apa yang telah dia buat.

BERITA REKOMENDASI

Mengutip baris dari naskah Hindu kuno, Oppenheimer mendeskripsikan pemandangan yang dia saksikan saat itu.

"Saya mengingat kalimat dari naskah Hindu Bhagavad-Gita : 'Sekarang saya menjadi kematian, penghancur dunia.' Saya rasa kami semua (tim Manhattan Project) memiliki pikiran seperti itu dengan satu cara atau yang lainnya," kata Oppenheimer seperti dikutip dari History, Senin (4/9/2017).

Setelah bom atom digunakan di Kota Hiroshima dan Nagasaki pada 6 Agustus dan menyebabkan kerusakan dahsyat dan menyebabkan tewasnya ratusan ribu jiwa, para anggota Manhattan Project mulai memikirkan kembali mengenai senjata yang mereka buat, termasuk juga Oppenheimer. Pada Oktober 1945, dua bulan setelah kejadian itu, Oppenheimer mendatangi Presiden AS Harry S. Truman yang mengizinkan penggunaan bom atom di Jepang dan meminta pembatasan dan kontrol internasional terhadap senjata nuklir.

(dka)

Sebelumnya

1 / 3

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search