Senin, 23 Oktober 2017

Kisah Dibalik Pengungkapan Tragedi Bom 15 Tahun Lalu, Ada Peran Dukun dan Komunikasi Kurma

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA -- Tiga peristiwa pengeboman yang terjadi di Paddy's Pub dan Sari Club (SC) di Jalan Legian serta dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat pada malam hari tanggal 12 Oktober 2002 atau dikenal Bom Bali I, mengejutkan Indonesia hingga internasional.

Kejadian ini dianggap sebagai peristiwa terorisme terparah dalam sejarah Indonesia, dengan korban jiwa mencapai 202 orang.

Kapolri saat itu, Jenderal Da'i Bachtiar sempat menanyakan kepada Kapolda Bali yang saat itu dijabat oleh Brigjen Budi Setiawan mengenai kebenaran adanya serangan di dua klub di Jalan Legian, Kuta, Bali yang terjadi pada Sabtu malam tersebut.

Dan ia seakan tidak percaya atas laporan anak buahnya tentang kejadian itu.

Pengungkapan kasus Bom Bali I merupakan proses panjang yang terbilang sulit. Pihak kepolisian saat itu benar-benar harus bekerja keras.

Komjen Pol Arif Wachjunadi_1
Komjen Pol Arif Wachjunadi. TRIBUNNEWS.COM/AMRIYONO PRAKOSO

Di antaranya dikarenakan kepolisian Indonesia sama sekali belum mendapatkan gambaran mengenai aktivitas terorisme di Indonesia.

Belum lagi saat itu bermunculan sejumlah spekulasi tentang motif dan pelaku serangan teroris yang menggunakan bom berjenis TNT seberat 1 kg dan bom RDX berbobot antara 50 sampai 150 kg tersebut.

Hal itu mendorong Kapolri Da'i Bachtiar untuk membentuk tim investigasi gabungan Polri.

Peralatan dan pengetahuan yang belum mumpuni juga mengharuskan kepolisian Indonesia bekerja sama dengan kepolisian negara lain hingga melibatkan peran paranormal atau dukun.

Hal itu tertuang dalam buku berjudul Misi Walet Hitam, Menguak Misteri Dr Azhari ditulis Komjen Pol Arif Wachjunadi.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search