Selasa, 24 Oktober 2017

Kisah Miris Nenek Eneng yang Disorot Anies Saat Kampanye

Bahkan untuk buang air besar ataupun kecil, Mak Eneng melakukan di sekitar rumah panggungnya. Sehingga terdapat bau tak sedap kala siapapun datang ke tempat tinggalnya.

Lanjut dia, Mak Eneng pernah diungsikan di pos RW Kampung Beting kala musim banjir tiba. Sebab, wilayah itu sering terendam banjir kala musim hujan. Apalagi tempat tinggalnya merupakan kawasan bekas rawa-rawa yang membuat beberapa rumah dapat terperosok ke dalam. Seperti halnya rumah yang ditempati oleh Mak Eneng.

Namun usai itu, rumah Mak Eneng sempat diperbaiki Ketua RT setempat. Tempat tinggalnya direnovasi berbentuk panggung agar tiap banjir tiba, dia tak perlu mengungsi.

"Kalau banjir bisa sampe sebetis. Dulu diungsikan sebentar, di sana juga bekas buang air besar dan air kecil kita bersihkan bareng-bareng," papar dia.

Ketua RT 003/RW 019 Kampung Beting, Agus Zaenal menyatakan tak pernah meminta kepada warganya untuk bergantian membantu Mak Eneng.

Bantuan dari warga memang hanya berdasarkan panggilan hati dari tetangga sebelahnya saja.

"Enggak pernah koordinir, tapi sukarela dari tetangga dekat saja. Kalau ada pemeriksaan lansia, iya kita antar," kata Agus.

Untuk kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, kata Agus, Mak Eneng sempat memilikinya. Namun, dengan kondisi rumah yang hanya berbentuk bale-bale, kartu itu pun hilang.

"Sering hilang, makanya KTP dan KK kita yang simpan. Takut hilang," ujar Agus.

Hal itu juga diungkapkan oleh Mak Eneng saat ditanya soal administrasi kependudukannya. Dia menyadari keadaan tempat tinggalnya yang tidak memungkinkan memang menitipkan KTP dan KK ke Ketua RT.

"Punya lah KTP, dulu dianterin sama Bu RW ke kelurahan. Ini banyak lubang makanya dititipin," ucap Mak Eneng.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search