Senin, 30 Oktober 2017

Kisah Para Pelajar yang Berhasil Ikut Rombongan Kapal Kepahlawanan dari Mensos

SURYA.co.id | SURABAYA - Meneliti sosok pahlawan asli Bojonegoro telah membawa siswa MAN 1 Bojonegoro ikut dalam Jelajah Kapal Kepahlawanan.

Mereka menjadi bagian dari ratusan siswa di Indonesia yang mengikuti program dari Kementerian Sosial untuk berlayar dengan kapal RS Soeharso selama 3 hari.

Oktavia Tri Andani (17), siswa MAN 1 Bojonegoro mendapat kesempatan ikut berlayar karena menjuarai Olimpiade Kepahlawanan. Mereka menjuarai kompetisi yang diadakan Dinsos Jatim itu karena berhasil membuat karya ilmiah tentang Lettu Soejitno.

"Kami ingin mengenalkan pahlawan dari daerah kami, karena selama ini belum banyak dikenal,"ujarnya usai pemberangkatan Jelajah Kapal Kepahlawanan, Senin (30/10/2017).

Untuk membuat karya ilmiah itu, ia mengungkapkan, timnya harus berkeliling Bojonegoro. Mereka mengumpulkan dokumentasi bukti sejarah Lettu Soejitno mukai pukul 15.00 hingga pukul 22.00.

"Nggak nyangka bisa menang dan ditawari ikit berlayar ini. Saya suka sekali bisa nambah pengetahuan tentang sejarah," urai gadis asal Bali ini.

Lazimah Nur Aini (17), teman satu tim Okta mengungkapkan ia dan teman-temannya sangat tertarik dengan sejarah. Sehingga mereka begitu antusias mengikuti perjalanan dengan kapal yang bersejarah dan memiliki kisah bagi rakyat Indonesia.

"Unik saja thau kalau ada kapal jadi rumah sakit seperti di film. Apalagi ini pertama kali saya naik kapal,"ujarnya.

Sekretaris Jendral Kementerian Sosial, Harry Z Soeratin mengungkapkan program berlayar ini ditujukan agar bisa menambah wawasan kebangsaan generasi muda.

Jelajah kapal ini juga diharapkan bisa menumbuhkan kembali jiwa nasionalisme masyarakat. Apalagi selama ini semakin banyak sikap yang menunjukkan lunturnya nasionalisme seperti tawuran.

"Kegiatan ini juga bisa melatih ketangguhan dan kemampuan kerjasama generasi muda. Kami berharap para peserta bisa meningkatkan wawasan kepahlawanan dan kebaharian,"pungkasnya.

Ia memaparkan kegiatan ini diikuti 400 peserta selama tiga hari dua malam dan seluruh kegiatan 80 persennya akan ada di atas kapal. Para siswa ini berasal dari SMA,SMK, dan MAN, santri relawan dari Tagana dan TKSK.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search