Minggu, 01 Oktober 2017

Kisah Pemilik Usaha Colenak Legendaris Asli Bandung, Murdi Putra Sejak Kali Pertama Berdagang

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Bety Nuraety (45) adalah generasi ketiga penerus colenak legendaris Murdi Putra yang sudah ada di Kota Bandung sejak tahun 1930.

Colenak adalah makanan khas Jawa Barat dari tape singkong yang dibakar dan dicampur gula cair bercampur kelapa.

Kepada Tribun Jabar, Sabtu (30/9/2017), di lokasi gelaran IKM Fair 2017 Bandung di Atrium Metro Indah Mall Jalan Sukarno Hatta, ia menceritakan bagaimana kakeknya dulu, Murdi, merintis usaha colenak.

"Dari dulu jualannya juga di Jalan Ahmad Yani. Namanya orang zaman dulu mungkin ya. Makanan ya cuma ada makanan tradisional saja. Jadi colenak dipilih," ujar Bety.

Saat pertama kali merintis, lanjut Bety, colenak yang dijual oleh kakeknya hanya dibungkus oleh kertas koran saja.

Namun, karena waktu itu colenak buatan kakeknya enak, bahkan disebut-sebut sebagai colenak paling lezat di Bandung, akhirnya colenak kakeknya dijadikan sebagai makanan penutup Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955.

Baca: Viral! Baru 2 Minggu Melahirkan, Mama Muda Curhat Suaminya Selingkuh dengan Janda yang Lagi Hamil


"Colenak ini dulu pernah dipakai sebagai makanan penutup KAA tahun 1955. Ini di bagian bawah kemasannya juga saya cantumkan," ujar Bety sambil menunjukan cap KAA 1955 pada kemasannya.

Bety Nuraety (45), pemilik dan penerus dari produk colenak Murdi Putra yang telah ada di Kota Bandung sejak tahun 1930 ikut memeriahkan IKM Fair 2017 yang diselenggarakan atas kerja sama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung dan Tribun Jabar di Atrium Metro Indah Mall, Jalan Sukarno-Hatta Bandung, Sabtu (30/9/2017).
Bety Nuraety (45), pemilik dan penerus dari produk colenak Murdi Putra yang telah ada di Kota Bandung sejak tahun 1930 ikut memeriahkan IKM Fair 2017 yang diselenggarakan atas kerja sama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung dan Tribun Jabar di Atrium Metro Indah Mall, Jalan Sukarno-Hatta Bandung, Sabtu (30/9/2017). (Tribun Jabar/Yongky Yulius)


Akhirnya, setelah kakeknya meninggal, usaha dan resep colenak itu diwariskan pada ibu kandung Bety.

Sekitar awal tahun 2000-an, ibu kandung Bety pun mewariskan resepnya pada tiga anaknya. Pada Bety dan kedua kakaknya.

"Dari sembilan bersaudara. Yang meneruskan bisnis colenak ini hanya tiga orang saja. Saya dan kedua kakak saya," ujar Bety.

Namun, pada tahun 2010, Bety memutuskan untuk membuka cabang baru. Ia tidak lagi berjualan di Jalan Jenderal Ahmad Yani, tapi pindah ke daerah Kiaracondong Bandung.

Sejak itu, untuk membedakan produk colenaknya dari kedua kakaknya yang masih berjualan di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bety pun banyak melakukan berbagai inovasi.

Misal, Bety membuat varian rasa durian, membuat kemasan baru berbahan kertas dan anyaman, kemudian membuat gula cair untuk colenak yang dijual terpisah dalam botol.

Bety pun menambahkan embel-embel angka tiga di belakang nama produknya, menjadi "Colenak Murdi Putra 3".

Berjualan di Kiaracondong, Bety mengaku bisa menghasilkan omzet sampai dengan Rp 50 juta dalam sebulan.

Colenak Murdi Putra
Colenak Murdi Putra (theofilus richard/tribun jabar)

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Bety mengatakan jika ia ikut IKM Fair 2017 karena ingin produknya lebih dikenal oleh masyarakat.

"Saya ini kan generasi ketiga penerus resep colenak kakek saya. Kedua kakak saya juga punya outlet. Kalau saya baru mulai tahun 2010. Makana saya masih baru dan ingin dikenal masyarakat," ujar Bety.

Produk yang dibawa pada pameran kali ini, lanjut Bety, hanya tiga jenis saja.

Yakni, produk colenak yang dikemas dalam kemasan kertas seharga Rp 10 ribu dan produk, colenak dalam kemasan anyaman seharga Rp 15 ribu, dan gula cair colenak hasil racikannya dalam kemasan botol seharga Rp 30 ribu.

Beberapa produk itu tampak dipamerkan oleh Bety di atas sebuah meja.

Colenak dalam kemasan kertas terlihat memiliki dua rasa. Rasa original dibungkus dalam kemasan kertas berwarna putih dan hijau.

Sementara, colenak rasa durian dibungkus dalam kemasan kertas berwarna putih dan biru.

Kemudian, colenak yang dibungkus dalam kemasan anyaman, terlihat diberi label bertuliskan "Colenak Murdi Putra 3".

Sebagai informasi, IKM Fair 2017 yang diselenggarakan atas kerja sama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung dan Tribun Jabar di Atrium Metro Indah Mall, Jalan Sukarno-Hatta Bandung memasuki hari kedua, Sabtu (30/9/2017).

Setelah kemarin, Jumat (29/9/2017) IKM Fair 2017 resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial, hari ini, IKM Fair akan dimeriahkan oleh beragam talkshow menarik seputar IKM dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung.

Pantauan Tribun Jabar di lokasi, sekira pukul 10.00 WIB, tampak beberapa stan peserta pameran baru saja buka. Beberapa peserta terlihat sedang merapikan produknya di stan itu.

Tidak hanya ada produk kuliner saja yang dipamerkan saja di sana. Namun, terdapat juga  produk-produk fesyen.

Tampak beberapa produk fesyen seperti jaket, kaos, seragam sepak bola, busana muslim sedang dipamerkan.

Terlihat juga ada produk kuliner khas Jawa Barat seperti cireng, colenak, dan produk lainnya dipamerkan di sana. (*)

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search