
TRIBUNBATAM, SINGAPURA - Kantor Pos Singapura menghadapi dilema terkait surat yang dikirim warga negara itu, yang terpaksa harus dikembalikan.
Namun, kebanyakan pengirim surat adalah anak-anak, dan pihak Pos tidak ingin pelanggan pos kalangan dari anak-anak ini jumlah menurun karena faktor pengembalian surat ini.
Seperti dilansir StraitTimes, Unit Pengembalian Surat Kantor Pos Singapura, harus bekerja keras untuk mengatasi surat dengan tujuan yang tidak beralamat meski ada namanya, dan pemilik sah surat itu.
Jumlah surat seperti itu terus meningkat, jika sebelumnya, rata-rata 4 ribu surat per bulan yang harus dikembalikan, dalam 3 bulan terakhir jumlahnya mencapai 6 ribu surat.
Baca: Beruntung Sekali! Semua Penumpang Pesawat Ini Dapat Smartphone Samsung Galaxy Note 8 Gratis!
Baca: Sopir Taksi Online Takut Kena Sweeping Jika Pasang Stiker, Apa Kata Kemenhub?
Baca: Terens Puhiri, - Kecepatan Pemain Borneo FC Ini Hebohkan Dunia. Disandingkan dengan Gareth Bale
Surat-surat itu harus dikembalikan di antara karena tujuan suratnya karena alamat yang dituju tidak jelas.
Seperti surat yang dikirim anak-anak untuk Santa Claus. Setiap tahun ada sekitar 500 surat dikirim untuk Santa Claus.
"Kami mempostingnya dari niat baik," kata James Cheong, Manajer Operasi Departemen Pemrosesan Surat Kantor Pos Singapura, di Paya Lebar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar