Jumat, 27 Oktober 2017

Tertinggal Tiga Gol, Lalu Mencetak Lima Gol: Kisah dari Tottenham 3-5 Manchester United di ...

Dalam salah satu adegan di film Keramat, film horor bergaya found-footage yang dibesut oleh Monty Tiwa, kamera yang dibawa Cungkring, salah seorang karakter dalam film tersebut, terjatuh. Tanpa pikir panjang, ia pun langsung mengambil kembali kamera tersebut. Namun, apa yang terjadi selanjutnya kemudian menjadi salah satu kejadian yang paling mengagetkan dalam film tersebut, sebuah kejutan yang juga bisa membuat orang yang melihatnya menjerit ketakukan: kamera itu merekam pocong yang tiba-tiba berdiri persis di depan karakter tersebut.

Di dunia sepakbola, Manchester United adalah salah satu klub yang paling sering mempertontonkan adegan mengejutkan seperti itu. Karena kejutan yang mereka ciptakan, mereka pernah membuat pemain-pemain Liverpool, Sheffield United, Juventus, hingga Bayern Muenchen, yang semula yakin mampu memenangkan pertandingan menjadi pemain-pemain yang terlihat seperti orang-orang putus asa ketika pertandingan bubar. Dan kejadian yang terjadi di White Hart Lane, markas Tottenham Hotspur, pada tahun 2001 lalu mungkin menjadi salah satu yang paling fenomenal.

Saat itu, United sebenarnya datang ke White Hart Lane dihantui oleh rekor buruk. Pasalnya, dalam empat pertandingan terakhir mereka melawan Tottenham di White Hart Lane, mereka tak pernah menang. Dan saat starting line-up sekaligus formasi kedua tim diumumkan menjelang laga, ada asumsi bahwa United akan memperpanjang catatan tak mengenakkan di White Hart Lane tersebut.

Sementara United bermain dengan formasi 4-4-2, Tottenham memilih untuk bermain dengan formasi 3-5-2. Itu artinya, jika Paul Scholes dan Nicky Butt, dua pemain yang dipercaya Alex Ferguson untuk mengawal lini tengah United, tidak mendapatkan bantuan berarti dari pemain-pemain yang berada di posisi lainnya, Tottenham akan unggul jumlah pemain di pusat permainan – tiga melawan dua. Meski begitu, dengan memainkan Juan Sebastian Veron di sisi kiri di mana dia tetap berperan layaknya pemain tengah, Ferguson yakin bahwa lini tengah United dapat menyaingi lini tengah Spurs.

BACA JUGA

Sayangnya, perkiraan Ferguson ternyata meleset. Dengan menginstruksikan Veron untuk bergerak ke lini tengah, Mauricio Taricco, wing-back kanan Totteham, sering berada dalam posisi bebas. Ia kemudian sering melakukan overlap ke lini depan untuk menghadapi Dennis Irwin, full-back kiri United, yang sudah mulai kehilangan kecepatannya. Tanpa bantuan berarti dari Veron, Irwin pun kewalahan, dan sisi sebelah kiri United terus digempur oleh Taricco.

Menariknya, Tottenham ternyata tidak hanya mengandalkan Taricco untuk mengekspoitasi sisi kiri pertahanan United. Jika memungkinan, Gustavo Poyet atau Darren Anderton, dua dari tiga gelandang tengah Spurs, akan bergerak ke sisi kanan untuk membantu pergerakan Taricco. Dan saat hal tersebut terjadi, Teddy Sheringham, salah satu penyerang United, akan bergerak ke tengah untuk menggantikan posisi Poyet maupun Anderton di mana pergerakan Sheringham tersebut membuat Spurs tetap mendominasi lini tengah.

Pada akhirnya, selain berhasil menyulut kekacauan di lini tengah United, pendekatan taktik Tottenham Hotspur tersebut ternyata juga sukses besar. Di sepanjang 45 menit pertama, sementara United sama sekali tak berkembang, Tottenham berhasil mencetak tiga gol. Hebatnya, tiga gol Tottenham yang dicetak oleh Dean Richard, Les Ferdiand, dan Chritian Ziege tersebut berawal dari ekspolitasi yang mereka lakukan di sisi kiri pertahanan United.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search