Selasa, 02 Januari 2018

Berita MotoGP : Kisah Bos KTM, Orang Cacat di Dunia Balap

Berita MotoGP: Kisah Bos KTM, Orang Cacat di Dunia Balap

Sumberbola.com – Berita MotoGP: Kisah Bos KTM, Orang Cacat di Dunia Balap – Direktur olahraga tim KTM Red Bull MotoGP, Pit Beirer, menceritakan perjuangannya sebagai seorang pembalap yang cacat karena insiden kecelakaan.

Pit harus berada di kursi roda di sepanjang hidupnya, setelah dirinya terlibat dalam sebuah insiden kecelakaan pada perlombaan motorcross pada bulan Juni 2003 silam, di Bulgaria.

Akibat kecelakaan itu, saraf tulang belakang Pit terluka pada tingkat vertebra toraks kelima. Setelah sempat koma selama lima hari, Pit berhasil bertahan dan kini mencoba untuk menjalani kehidupan normal.

Advertisement

"Itu sebabnya mengapa saya tidak bisa duduk tegak dan lurus. Otot belakang saya tidak mengizinkan saya untuk melakukan itu," kata Pit.

"Saya harus didukung meja saat saya makan atau menelepon. Akibatnya, tangan saya selalu terhalang," jelas Pit Beirer kepada Speedweek.com, Selasa (2/1).

Pit mengakui bahwa tidak mudah baginya untuk mengatasi trauma psikologis ini, namun ia menemukan motivasi yang kuat untuk bangkit saat melihat putrinya yang saat itu baru berusia enam bulan.

Baca juga:

Selain itu, fakta bahwa ia harus selalu membawa kateter dalam hidupnya semakin memperumit keadaannya, tapi untungnya Red Bull sangat 'welcome' padanya. Bahkan produsen minuman ber-energi tersebut memasang elevator pada motorhomes sehingga Pit bisa mengadakan pertemuan dan pergi ke kantor tanpa terlalu banyak masalah, begitu pula kamar mandi untuk orang cacat. Berkat keramahan Red Bull, Pit Beirer sama sekali tidak merasa sebagai orang yang memiliki kekurangan.

"Jika seseorang mengatakan bahwa saya memiliki kecacatan, itu adalah fakta, itu benar. Saya memiliki kecacatan 100% dalam dokumen identitas saya," kata Pit.

"Tapi saya jarang merasa cacat karena saya bisa pergi kemanapun saya mau pergi, karena saya masih memiliki kontrol terhadap situasi saya, dan saya bisa mengatur dan menentukan hidup saya. Saya bukan orang cacat pada umumnya yang memiliki masalah dengan ego. Saya dapat bepergian sendiri ke Munich ke bandara, naik pesawat, terbang ke Amerika, tanpa masalah dan tanpa pasangan," tegasnya.

Advertisement

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search