Selasa, 02 Januari 2018

Inilah Kisah Atok Cs! Musim Angin Utara Bukan Keluh Kesah, Justru Jadi Berkah Mereka di Trikora!

TRIBUNBATAM.id, BINTAN-Berton-ton sampah diangkut Atok dan tiga kawannya dari bibir pantai di salah satu pantai penyewaaan di Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang.

Musim angin utara, sampah di bibir pantai meningkat dua kali lipat. Sampah itu harus mereka singkirkan setiap pagi.

Musim angin utara memang tak melulu keluh kesah nelayan yang memaksa profesi itu istirahat menunggu laut berdamai. Musim itu juga membuka profesi baru bagi warga setempat, yakni cleaning service spesial lamun alias rumput laut.

Atok salah satunya yang dikontrak bekerja menjadi petugas cleaning service khusus musim angin utara oleh pengelola pantai.

"Pekerjaan kami adalah membersihkan sampah sampah yang berserakan di pantai setiap pagi sampai siang. Sampah sampah ini kalau tak dibersihkan, akan mengganggu kenyamanan pengunjung di sini,"ujarnya, Selasa (2/1/2018).

Sebagian besar sampahnyang berserak di tepi pantai adalah daun lamun yang karena tekanan ombak kuat terseret ke darat dan menumpuk di pantai. Masyarakat sekitar menyebutnya rumput laut,

karena lebih familiar istilah itu ketimbang menyebut lamun. "Rumput laut ini (lamun) terpotong karena ombak, potongan inilah yang menumpuk berton-ton di pantai,"ujar Atok.

Selasa siang itu, Atok mengatakan dia dan kawanya telah berhasil membereskan sekitar 1 ton lebih sampah yang mengotori pantai.

Tugas itu dilakukan sejak pukul 08.00 WIB. Pukul 13.30, serakan sampah tersebut dikumpulkan dalam satu tempat dan bila sudah kering dibakar.

Pengelola pantai mewajibkan mereka sampai pukul 13.00 pantai sudah harus bersih dari sampah kiriman ombak musim utara.

Pasalnya, pengunjung di jam jam itu mulai berdatangan untuk menikmati panorama. Bila kotor, tentu pemandangan kurang sedap dan imbasnya, pengunjung bisa kecewa dan pergi.

Pfofesi menjadi petugas kebersihan pantai baru dijalan Atok dan kawannya selama sepekan. Upah yang didapatkan sistem harian.

Namun mereka belum bersedia menyebut berapa jumlahnya. "Kalau jumlah, boslah yang tahu, yang pasti lumayanlah untuk hidup sehari hari,"kata dia.(*)

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar