
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Suara tangis sesegukan seorang bayi terdengar ketika memasuki ruangan kemuning di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung, Sabtu (10/2/2018).
Bayi tersebut diketahui adalah buah hati dari pasangan suami istri asal Jalan Terusan Pasirkoja, Kelurahan Jamika, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung.
Di ruang kemuning, sang ibunda RF, yang mengenakan kerudung berwarna hitam terlihat sedang berusaha menenangkan bayinya yang terus menangis.
"Bayi saya sejak lahir pada 25 Desember 2017 lalu memang sudah ada tonjolan di kepalanya, tapi bukan hidrosefalus, dokter bilangnya meningokel. Ada tonjolan di bagian atas belakang kepalanya," kata RF saat ditemui Tribun Jabar.
Melansir dari wikipedia, penyakit meningokel adalah selaput otak menonjol keluar pada salah satu sela tengkorak tapi biasanya di daerah belakang kepala.
Keterangan lainnya, meningokel merupakan benjolan berbentuk kista di garis tulang belakang yang umumnya terdapat di daerah lumbo sacral.
Diakui RF, tonjolan di bagian kepala bayinya menjadi terluka lebih parah karena tak sengaja terkena benda tajam saat proses kelahiran.
Saat proses kelahiran itu, bayi dari RF langsung mengalami perdarahan pada bagian tonjolan di kepalanya.
Terpaksa, pada 25 Desember 2017 malam, anak keempat RF dengan suaminya itu langsung dilarikan ke instalasi gawat darurat RSHS.
Sejak saat itulah bayi dari RF dirawat di RSHS.
Bahkan, bayi dari RF sempat dirawat secara intensif sebelum akhirnya dipindahkan ke ruang kemuning pada 17 Januari 2018.
Dokter bedah RSHS, kata RF, sudah menjelaskan kepadanya, luka tonjolan bayinya sudah menginfeksi sejak sepekan lalu.
Saat ini, lanjutnya, dia sedang menunggu kabar berikutnya dari pihak RSHS terkait jadwal operasi.
Namun, satu di antara beberapa syarat untuk operasi, bayinya harus memiliki bobot sekira enam kilogram terlebih dahulu.
Saat ini, bobot bayinya hanya sekira 4,5 kilogram saja.
"Padahal kalau tonjolannya enggak terkena sayatan benda tajam, kata dokter, bayinya bisa dibawa pulang ke rumah. Sekarang, kalau tidur terlentang dan tonjolannya tertekan, dia pasti menangis," ujar RF.
Ketika digendong RF, bayi mungil berkulit cerah itu langsung tenang, tak menangis lagi.
Tatapan mata bayi itu terlihat kosong.
Bagian tonjolan di kepalanya yang berukuran sekira satu kepalan tangan anak kecil itu terlihat dilapisi perban dan plastik khusus agar cairan tak terus mengalir ke luar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar