Minggu, 11 Februari 2018

Kisah di balik peluncuran bir gandum Korea Utara

Ilustrasi gandum dan  barel

Ilustrasi gandum dan barel | Kishivan /Shutterstock

Cerita dari Korea Utara kerap menarik. Akan tetapi, karena terbatasnya sumber berita, kita kerap sulit untuk menentukan apakah kisah itu nyata atau bualan belaka. Termasuk kabar yang satu ini.

Belum lama ini Korea Utara mengklaim berhasil memproduksi bir yang dibuat dengan resep dan teknik khusus. Seperti dilansir koran resmi pemerintah Korut, Rodong Sinmun--diterjemahkan oleh BBC--di bawah pengawasan Kim Jong-un, Korea Utara sukses meracik bir dengan cara baru.

Minuman fermentasi ini dibuat menggunakan gandum (wheat) dan bukan jelai (barley), seperti bir kebanyakan. Prosesnya pun dibuat dengan menggunakan metode seduh.

Untuk diketahui, jelai biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan bir di seluruh dunia. Sayangnya, jelas yang rendah kalori kerap dianggap memiliki rasa yang terlalu lembut.

Karena itu, bir yang diolah oleh perusahaan bir rezim Pyongyang, Taedonggang Brewing Company, ini digadang-gadang memiliki rasa dan aroma yang lebih baik.

Konon, dibuatnya bir ini karena Kim Jong-un kerap mengeluhkan rasa dari bir buatan Korea Selatan yang diimpor ke negaranya. Pada saat itu, ia sempat menyebut rasa bir berjenis lager dengan merek Cass dan Hite tersebut terasa sangat hambar.

Pada tahun 2000, dituturkan Independent, Kim Jong-il--pendahulu sekaligus ayah dari Kim Jong-un--membeli seluruh perlengkapan milik Ushers of Throwbridge, perusahaan bir berusia 175 tahun di Wiltshire, Inggris, yang bangkrut. Pipa, tong, dan peralatan lainnya mereka beli, lalu dikapalkan ke Pyongyang.

Semua perlengkapan tersebut lalu dirakit kembali dan sebuah perusahaan bir pun berdiri di Pyongyang. Nama sungai yang melintasi ibu kota Korut, Sungai Taedong, dijadikan sebagai nama pabrik tersebut. Berdirilah Taedonggang Brewing Company.

Lalu pada 2015, Taedonggang, atas perintah Kim Jong-un, mulai mencoba meramu berbagai gandum untuk menghasilkan minuman yang lebih sedap.

"Di bawah perintah, para pekerja di pabrik telah berupaya membuat bir gandum baru dengan tujuan untuk berkontribusi untuk membuat hidup lebih menyenangkan dan menyenangkan juga bagi para peramunya untuk dapat membuat bir gandum yang populer di seluruh dunia," jelas salah satu juru bicara dari Taedonggang kepada Rodong Sunmun, seperti ditulis The Daily Meal.

Media Korea Utara menyebut bir baru tersebut sebagai sebuah kesuksesan Kim Jong-un dalam menaikkan standar kebahagiaan warga negaranya. Meminum bir disebut-sebut sebagai salah satu cara untuk membuat rakyat Korut lebih menikmati hidup.

Juru bicara itu juga mengatakan bahwa popularitas minuman baru tersebut sangat baik, para konsumennya pun menyukai rasa bir gandum yang manis dan kuat, tak ketinggalan juga aroma serta busanya yang jauh lebih baik.

Akan tetapi, karena tak dijual ke luar Korut, belum ada konfirmasi dari pihak lain soal kebenaran klaim kelezatan bir gandum tersebut.

Taedonggang sebenarnya berharap bisa meluncurkan minuman baru tersebut dalam Festival Bir Pyongyang pada Juli lalu. Namun, acara tersebut dibatalkan setelah meninggalnya turis Amerika Serikat, Otto Warmbier, yang dihukum 15 tahun penjara karena dituduh mencuri.

Selain itu, negara tersebut juga tengah menguji rudal antar-benua yang mereka terus kembangkan.

Kim Jong-un memang telah mengakui di hadapan publik bahwa ia adalah penggemar bir.

Tahun lalu, dikabarkanThe Korea Times, Kim Jong-un sempat berencana membangun tempat di mana rakyatnya dapat menikmati bir sambil bersantai, semacam biergarten (taman bir) ala bangsa Jerman. Untuk itu ia mengajak sebuah perusahaan pembuat bir asal Jerman, Paulaner Brewery untuk bekerja sama.

Paulaner menyatakan mereka menolak tawaran tersebut. Alasannya, kapasitas produksi sudah semakin tipis karena mereka bakal membuka 12 taman bir baru, termasuk satu di Amerika Serikat dan dua di Rusia--Moskow dan St. Petersburg.

Namun, menurut badan intelijen Korea Selatan, pemerintah Korut kini justru tengah melarang warganya berkumpul sambil minum bir dan bernyanyi atau melakukan kegiatan hiburan lainnya.

Hal itu diduga karena mereka tak ingin ada orang yang salah ucap dan kemudian membocorkan rahasia mengenai perbedaan pendapat yang terjadi di sana akibat sanksi PBB yang melumpuhkan kehidupan mereka. Pyongyang, menurut laporan tersebut, juga semakin membatasi informasi asing yang masuk ke negara tersebut.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search