Senin, 19 Februari 2018

Kisah Mahyudin, Penjual Pisang Goreng Yang Jadi Wakil Ketua MPR RI

Kabar Kalimantan on 19 February, 2018 Kunjungi Kutai Timur, Mahyudin Cerita Kiat Suksesnya

SATUMANDAU Dalam rangka melakukan kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin melakukan kunjungan ke Kutai Timur. Pada Jumat (16/2/2018), Mahyudin melakukan kunjungan ke Desa Wahau Baru, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Bertempat di Gedung Serbaguna Desa Wahau Baru, sosok yang juga merupakan Wakil Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar ini membeberkan kiat-kiat sukses hidupnya sampai seperti sekarang. Mahyudin mengatakan, untuk selalu bekerja keras. Menurut Mahyudin, yang akan berhasil meraih cita cita hanyalah orang yang mau berjuang dan bekerja keras saja.

Sosok politisi Golkar ini mengingatkan kepada masyarakat agar tidak gampang putus asa dalam mencapai cita-cita hidupnya. Hal tersebut dikatakannya di hadapan warga Desa Wahau Baru Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. Sosok yang pernah memangku jabatan sebagai Bupati Kutai Timur yang menjabat dari 2003 hingga 2006 mengatakan, untuk mencapai cita-cita memang butuh perjuangan. Bahkan banyak juga yang gagal, meski sudah berjuang dan bekerja keras.

Di sela-sela kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangasaan, Mahyudin menegaskan, bahwa kesuksesan hanyalah untuk orang yang mau berjuang dan bekerja keras saja, mereka akan berhasil meraih cita cita. Sedangkan, menurut Mahyudin, orang malas, tidak mau bekerja keras, dan gampang putus asa, orang-orang tersebut tidak akan pernah mencapai kesuksesan.

Mahyudin memberi contoh pengalaman dirinya. Untuk menduduki posisi sebagai Wakil Ketua MPR RI, menurut Mahyudin, dirinya harus selalu bekerja keras dan tidak mengenal kata putus asa. Politisi senior Partai Golkar ini mengakui dirinya pernah berjualan pisang goreng, serta diusir dari kos-kosan. Tetapi semua hal tersebut baginya adalah cambuk dan tak membuat dirinya berputus asa.

Sosok yang mewakili dapil Kaltim dan Kaltara ini mengatakan bahwa dirinya sempat ditolak oleh perusahaan batubara. "Saya sempat tidak diterima di perusahaan batubara, tapi kemudian saya jadi Bupati Kutai Timur. Saat gagal jadi Bupati periode, setelah itu saya malah jadi Wakil Ketua MPR", kata Mahyudin memberikan contoh tentang perjalanan hidupnya.

Mahyudin menggarisbawahi perjuangan dan kerja keras. "Berjuang dan bekerja keraslah, agar kita bisa sukses, mencapai cita-cita," kata Mahyudin lagi. Manusia yang berkeinginan untuk sukses haruslah menjadi manusia bekerja keras dan terus berjuang. Maanusia tidak boleh berputus asa dalam menghadapi hambatan dan tantangan agar dapat meraih cita-cita serta kesuksesan dalam hidup. [ sumber: SatuMandau.com ]

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar