:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1999362/original/004597400_1521127280-Angklung_Bungko_Cirebon.jpg)
Liputan6.com, Cirebon - Angklung merupakan alat musik bernada ganda yang berasal dari masyarakat Sunda Jawa Barat. Dalam perjalanannya, angklung juga memiliki catatan sejarah perkembangan Cirebon pada zaman Sunan Gunung Jati.
Angklung menjadi salah satu alat musik yang dimainkan untuk hiburan hingga menjadi salah satu isyarat peperangan melawan Portugis.
Filolog Cirebon Raffan S Hasyim mengatakan, Angklung Bungko yang berada di Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon memiliki kemiripan dengan angklung Blambangan di Banyuwangi, Jawa Timur.
Naskah Serat Carubkanda yang ditulis Pangeran Abdul Hamid pada tahun 1813 mencatat pada abad ke-14 Sunan Gunung Jati pertama kali tiba di Cirebon disuruh oleh Tumenggung Cerbon yakni Pangeran Cakrabuana untuk meminta restu dan berkah kepada ulama yang lebih tua di tanah Jawa.
"Tapi tidak ada satu wali pun yang memberi berkah, alasannya sama yaitu 'Kamu sudah cukup, bahkan kalau perlu saya yang meminta berkah," tutur lelaki yang akrab disapa Opan Safari itu, Kamis, 15 Maret 2018.
Singkat cerita, saat Sunan Gunung Jati bertemu dengan Sunan Ampel, dia langsung mendapat restu. Sunan Ampel, kata Opan, menyuruh Sunan Gunung Jati untuk kembali ke Cirebon membantu Pangeran Cakrabuana.
Dia mengatakan, saat itu, di pesantren milik Sunan Ampel terdapat dua murid kebanggaannya yang sedang bertapa, yakni Raden Jakataruna Veteran Angkatan Laut Majapahit dan Pangeran Surya.
"Raden Jakataruna ini yang mendapat gelar Ki Gedeng Bungko beliau saat itu bertapa di pinggir laut siang dan malam, keduanya disuruh Sunan Ampel ikut Sunan Gunung Jati mengabdi di sana," ujar Opan.
Raden Jakataruna dalam berbagai pertempuran di Cirebon sangat memberikan pengaruh. Ki Gedeng Bungko, kata dia, mampu mengusir penjajah Portugis setelah berperang selama tiga hari.
Di sela istirahat semasa peperangan, Ki Gedeng Bungko bersama pasukannya selalu bermain angklung.
"Angklung tersebut bahan bambunya dikirim dari Kuningan yang notabene memiliki kedekatan dengan Sunan Gunung Jati. Ki Gedeng Bungko sendiri aslinya dari Banyuwangi," ujar dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar