Sabtu, 17 Maret 2018

Kisah Nenek Atisah Korban Banjir Cisaranten Endah, Baru Terbangun Saat Sedang Digotong

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Nenek Atisah (60), terlihat sedang menyingkirkan lumpur yang memenuhi jalan di depan rumahnya, di wilayah RT 01/04, Kampung Cingised, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (16/3/2018).

Memakai sendok semen, dia mengangkat lumpur, lalu memindahkannya ke lahan kosong di dekat rumahnya.

Sesekali, perempuan yang rambutnya sudah memutih itu menengok ke dalam rumahnya.

Di dalam rumahnya yang hanya berukuran sekitar 9 X 6 meter, beberapa perabotan terlihat masih basah dan kotor karena terkena lumpur.

Nenek Atisah rupanya merupakan seorang di antara banyaknya korban banjir yang melanda wilayah RT 01, 02, 03, RW 04, Kelurahan Cisaranten Endah.

Wilayah itu beberapa kali digenangi banjir setinggi mata kaki hingga pinggang orang dewasa setelah air Sungai Cironggeng di dekat RT 01 meluap sebanyak tiga kali dalam kurun waktu sepekan ini.

Nenek Atisah (60), sedang menyingkirkan lumpur yang memenuhi jalan di depan rumahnya, di wilayah RT 01/04, Kampung Cingised, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (16/3/2018).
Nenek Atisah (60), sedang menyingkirkan lumpur yang memenuhi jalan di depan rumahnya, di wilayah RT 01/04, Kampung Cingised, Kelurahan Cisaranten Endah, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (16/3/2018). (Tribun Jabar/Yongky Yulius)

Sungai itu meluap karena tanggulnya yang sepanjang 20 meter jebol pada Kamis (8/3/2018) malam.

Saat banjir pertama kali menerjang pada Kamis malam itu, nenek Atisah mengaku sedang tidur.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search