
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sungguh malang nasib siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 7 Manado bernama Credo Andrew Lombo (16).
Pasalnya, usai dikeroyok oleh terduga dua orang dengan menggunakan balok, warga Gunung Potong, Singkil 1 Lingkungan 1, Kecamatan Singkil ini, kini matanya buta.
Kejadian yang membuat Credo koma selama tiga pekan lamanya ini terjadi pada 2 Oktober 2017 lalu di ruas Jalan Gudang Telur Lorong Soputan Kecamatan Singkil, Manado Sulawesi Utara (Sulut).
Kepada TribunManado.co.id, Credo menceritakan siang itu dirinya habis mengisi bensin di SPBU Sindulang, Kecamatan Tuminting menuju rumahnya di Kecamatan Singkil.
Dalam perjalanan pulang, dirinya melewati sekelompok orang yang diduga tengah meneguk minuman keras (miras).
Merasa tak ada masalah dengan mereka, Credo pun melanjutkan perjalanannya
Namun merasa ada yang aneh, saat itu juga dirinya tancap gas.
"Saya lihat mereka seperti mau menghalangi saya, karena takut, saya langsung gas motor saya, tiba-tiba dalam perjalanan saya pulang, leher belakang (panta leher) saya dipukul pakai balok," cerita dia, Jumat (11/5/2018) siang.
Lanjut dia, saat dirinya dipukul saat itu juga dirinya terjatuh dari atas motor.
"Pas leher belakang saya dipukul saya langsung jatuh dari atas motor. Dan ketika saya jatuh, saat itu juga kepala, mata, hidung dan motor saya dipukul pakai balok," ucapnya.
"Pokoknya saat itu saya sudah tidak sadarkan diri, dan ketika saya bangun saya langsung syok karena pandangan saya terhalang oleh dinding hitam," ceritanya dengan mata yang mulai berkaca-kaca
"Saya langsung menang di situ kak, dan ketika mendengar penjelasan dari dokter, dari situ saya baru tahu kalau dinding hitam yang saya lihat itu akibat benturan keras yang terjadi di kepala saya yang merusak syaraf-syaraf yang mengakibatkan mata saya sudah tidak bisa melihat lagi," ungkapnya dengan suara yang mulai parau dan bibir yang bergetar. (Tribunmanado.co.id/Indri Panigoro)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar