Kamis, 24 Mei 2018

Kisah Garudeya dan Petik Laut pada Batik Karya Mahasiswa

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - 24 lembar kain batik dipamerkan di Sarinah Kota Malang, Rabu (23/5/2018). Puluhan lembar batik yang dipamerkan itu karya empat orang mahasiswa dari jurusan Seni dan Desain Universitas Negeri Malang (UM). Pameran itu merupakan pameran tugas akhir dari empat itu yakni Dana Nila Reza, Putri Noor Ilhami, Dian Artika P, dan Ayu Purwaningtyas.

Batik yang mereka tampilkan adalah batik tulis dan batik lukis. Keempat mahasiswa ini mengangkat empat tema berbeda.

Dana mengangkat tema Bakti Garudeya pada Sang Ibu. Sedangkan Putri menampilkan batik lukis dengan mengangkat tema Peran Ibu, lalu Dian yang bercerita tentang tradisi petik laut di Probolinggo melalui batik tulisnya. Sedangkan Ayu mengangkat kisah asmara Sritanjung dan Sidapaksa di batik yang dia pamerkan.

Motif batik yang mereka angkat, antara lain berdasarkan cerita di relief candi. Seperti yang dilakukan oleh Dana dan Ayu. Sedangkan Dian mengeksplorasi perahu dan kehidupan nelayan di lembaran batiknya. Keempat mahasiswa ini memakai kain jenis primisima.

"Ini merupakan pameran untuk tugas akhir. Saya mengangkat cerita Garudeya yang kisahnya tertuang di Candi Kidal," ujar Dana. Dana memberi nama di masing-masing lembar batik yang dia pamerkan. Nama itu antara lain Gurdo Bentang Sayap, Gurdo Sadulur, dan Naga Sewu.

Sementara Dian yang mengeksplorasi petik laut di Probolinggo memberi nama batiknya Perahu Sesajen, juga Perahu Petik Laut. Batik bermotif Perahu Sesajen diberi warna dasar kuning dengan gambar perahu yang membawa sesajen.

Aneka warna batik yang cerah dan cantik, dengan motifnya yang beragam menjadi penghias ruang pamer tersebut. u

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar