Minggu, 13 Mei 2018

Kisah Pilu di Pengujung Bundesliga 1 2017-18

Football5star.com, Indonesia – Sedih, kecewa, dan marah, bercampur menjadi satu di Volksparkstadion pada Sabtu (13/5). Penyebabnya adalah kisah pilu yang dialami Hamburger SV pada pengujung Bundesliga 1 2017-18.

Hamburg, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, harus terdegradasi dari Bundesliga 1. Setelah mampu selalu lolos dari lubang jarum pada 2014 dan 2015, kali ini klub berjuluk Der Dino itu harus menyerah pada kenyataan.

Kemenangan 2-1 atas Borussia Moenchengladbach pada spieltag 34, Sabtu (12/5), tak mampu meunculkan senyum di wajah para penonton di Volksparkstadion. Padahal, jika dalam kondisi normal, gol Aaron Hunt dan Lewis Holtby seharusnya bisa memicu euforia.

Terlebih, Hamburg bermain dengan 10 orang sejak menit ke-71 akibat kartu merah yang diterima Bobby Wood. Keunggulan jumlah pemain tak membuat Gladbach mampu menambah satu gol dari Josip Drmic pada menit ke-28.

Namun apa mau dikata. Tiga poin yang diraih malam ini justru bermakna hampa. Pasalnya di tempat berbeda, VfL Wolfsburg yang menjadi pesaingnya, juga mampu menang atas FC Koeln dengan skor 4-1.

Hasil itu membuat Hamburg tak bergerak dari posisi ke-17 klasemen akhir Bundesliga 1 dengan koleksi 31 poin. Anak asuh karteker pelatih Christian Titz itu harus menyusul Koeln yang lebih dahulu memastikan turun kasta ke Bundesliga 2.

Hamburg-SV-suporter-IndyFootball-Football5star
Twitter @IndyFootball

Tak ayal, ini menjadi sejarah kelam bagi Hamburg. Pasalnya, sejak format Bundesliga digulirkan pada 1963, atau sekitar 55 tahun, Hamburg jadi satu-satunya tim yang belum merasakan turun kasta.

Jawara 6 kali Liga Jerman dan satu kali European Cup (cikal bakal Liga Champions) itu bahkan lebih baik dari Bayern Munich yang naik ke kasta teratas pada 1965. Tak heran sebagian fans meluapkan kekecewaan dengan membakar flare hingga membuat pihak keamanan turun tangan.

Nyatanya, tiga pelatih yang menemani perjalanan Hamburg pada musim ini tak mampu menyelamatkan dari jurang degradasi. Markus Gisdol dipecat pada januari setelah hanya meraih dua kemenangan sejak Agustus. Lalu, Bernd Hollerbach mengalami nasib serupa akibat hampa kemenangan dalam dua bulan.

Terakhir, Titz yang dipromosikan sebagai karteker pelatih dari tim rerserve, pun tak mampu berbuat banyak. Hamburg harus melalui sejarah paling kelam dalam perjalanan mereka di Bundesliga 1.

Sementara itu, Wolfsburg yang sempat dibuat waswas akibat kalah 1-3 dari Hamburg, justru bisa sedikit bernapas lega. Meski belum sepenuhnya aman, mereka masih punya kesempatan bertahan jika menang pada duel play-off promosi-degradasi melawan Holstein Kiel.

Musim lalu, Wolfsburg berhasil selamat dari pertarungan play-off promosi-degradasi. Kali ini, rintangan yang tak kalah rumit kembali harus dipadapi. Calon lawannya, Holstein Kiel, merupakan tim promosi dari kasta ketiga pada 2017. Bahkan, mereka masih bermain di pentas regional pada 2012-13.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar