Jumat, 11 Mei 2018

Kisah Pilu Pasangan Galang Dana untuk Pemakaman Bayinya yang Belum Lahir

Cambuslang - Menjadi seorang ibu tentu merupakan salah satu hal yang membahagiakan. Tapi, calon ibu yang hatinya hancur ini telah menarik perhatian lewat kisahnya yang memilukan untuk membantunya galang dana untuk nisan bayinya yang belum lahir.

Nicole Gaunt dan pasangannya Jordan Garvie diberitahu bahwa bayi mereka memliki cacat lahir yang jarang terjadi. Pada masa di kandungan Nicole, dokter menyebutkan bayinya didiagnosis menderita anencephaly, penyakit yang mencegah tengkorak terbentuk dengan baik di dalam rahim.

"Kami melakukan kontrol rutin selama delapan minggu dan segalanya tampak baik-baik saja sehingga kami berdua benar-benar bahagia. Kemudian setelah 12 minggu kami berdua sangat khawatir, kami tahu pada saat itu ada sesuatu yang salah," ungkap Nicole kepada The Scottish Sun.

Baca Juga : Sempat Viral Ingin Diadopsi, Kisah Pria 85 Tahun Ini Berakhir Pilu

Nicole Gaunt dan Jordan GarvieNicole Gaunt dan Jordan Garvie Foto: Facebook

Pasangan asal Cambuslang, Skotlandia ini pun tahu bahwa mereka tidak akan dapat menghabiskan banyak waktu dengan bayi laki-laki mereka. Baik Nicole dan Jordan keduanya hancur setelah diberitahu dokter bahwa bayi mereka tidak kompatibel dengan kehidupan.

"Kami dibawa ke ruang scanning lain dengan seorang konsultan. Itu keheningan total, tidak ada yang berbicara sama sekali dan itu adalah suasana yang buruk, kami tahu itu adalah berita buruk," terang Nicole.

"Mereka mengatakan kepala Jordan Junior tidak terbentuk dengan benar. Anencephaly pada dasarnya menghentikan bagian belakang tengkoraknya dari pembentukan sehingga dia akan lahir tanpa bagian utama dari otak, tengkorak dan kulit kepala," tambahnya.

Baca Juga : Kisah Pilu Pria yang Melangsungkan Pernikahan di Pemakaman Calon Istri

Bayi di dalam kandungan Nicole GauntBayi di dalam kandungan Nicole Gaunt Foto: Facebook

Nicole tahu bahwa sebagian besar bayi dengan kondisi seperti itu tidak ada kesempatan untuk bertahan hidup dalam jangka panjang. Dokter juga tidak tahu berapa lama waktu yang ia miliki dengan bayinya. Wanita berusia 19 tahun ini pun sadar dirinya harus merencanakan pemakaman untuk bayinya yang belum lahir.

"Saya begitu kewalahan sekarang. Saya senang bertemu dengannya tetapi sangat takut dengan apa yang akan datang, saya hanya punya gambaran kasar tentang apa yang akan terjadi," jelas Nicole.

"Kami berbicara dengannya setiap hari, saya sangat bangga padanya untuk mencapai sejauh ini. Kami diberitahu bahwa dia mungkin tidak bisa mencapai hingga di akhir kehamilan." imbuhnya.

Pasangan ini pun mengaku selama ini sangat bangga pada bayinya dan berharap bisa menghabiskan lebih banyak hari bersamanya. Dana yang terkumpul untuk pemakaman bayinya kini telah melampaui target £800 atau setara dengan Rp 15 juta. (agm/agm)

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar