Selasa, 05 Juni 2018

Belum Juga Diresmikan, Ini Kisah Terminal Pindok Cabe

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Terminal Pondok Cabe yang digadang-gadang sebagai pengganti Terminal Lebak bulus, belum juga diresmikan.

Berdasarkan pantauan TribunJakarta.com, gedung terminal sudah terlihat bentuknya, namun masih belum digunakan. Namun sejumlah bangunan lain masih terlihat belum selesai dibangun.

Ketua Paguyuban Terminal Pondok Cabe, Sanyoto, mengatakan ia tidak tahu kapan akan diresmikannya terminal yang terletak di Jalan Kemiri Raya, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangerang Selatan.

Baca: Dilecehkan Pesepak Bola Ternama, Melly Bradley Sebut Via Vallen Pencitraan Situ Cantik Banget Ya?

Ia mengaku pihak Kementrian Perhubungan, ataupun Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) selalu berkoordinasi dengannya terkait pembangunan Terminal Pondok Cabe Itu.

"Sampai sekarang belum ada pemberitahuan," ujarnya pada Selasa (5/6/2018).

Meskipun belum diresmikan, namun sudah ada 17 perusahaan otobus (PO) yang menggunakan Terminal tersebut.

Sanyoto mengatakan PO tersebut ada yang sudah sejak lama sebelum Terminal Lebak Bulus digusur, ada juga PO yang merupakan pindahan dari Lebak Bulus.

Saat ini, bisa dikatakan Sanyoto adalah pemimpin tertinggi di Terminal tersebut, karena belum ada kepala terminal.

Ia yang sudah mengubah Terminal Pondok Cabe yang dulunya terbengkalai dan menjadi tempat perjudian hingga prostitusi, sampai sejumlah PO memanfaatkannya sebagai terminal.

Baca: Foto Bersama 3 Rekannya di Film Bumi Manusia, Tangan Iqbaal Ramadan Nakal dan Gemas, Kenapa?

"Awalnya 2002, terbengkalai begitu saja. Dulunya tempat prostitusi segala macam," ujarnya bercerita.

"Pada tahun 2012, saya sama warga atas kesadaran sendiri, kita bangun, kita bersihin alang-alangnya yang tinggi," lanjutnya.

Selepas Sanyoto dan warga membangunnya, beberapa PO memanfaatkan terminal tersebut, sampai saat ini wacana peresmian terminal sebagai pengganti Terminal Lebak Bulus.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search