Sabtu, 02 Juni 2018

Liga 1: Kisah Pemalsuan Daya Tampung Stadion Madura United

TEMPO.CO, Jakarta - Tim gabungan dari unsur pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan pengelola Madura United menemukan pemalsuan data kapasitas tampung Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan, Jawa Timur. Selama ini data yang tak benar itu membuat pengurus Madura United sering dituding mengakali pajak.

Menurut Sekretaris Corporate Madura United FC, Umar Wachdin, pemalsuan kapasitas itu dtemukan saat dilakukan penghitungan manual oleh tim gabungan, yakni dari pihak Madura United, LSM, dan Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemkab Pamekasan.

Baca: Klasemen Liga 1 Pekan 12: Arema, Mitra Kukar, Borneo FC Menang

"Penghitungan manual itu kami lakukan saat Madura United menjamu Persebaya Surabaya pada 25 Mei 2018 kemarin," ujarnya di Pamekasan, Sabtu pagi.

Penghitungan manual kapasitas tampung Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan itu dilakukan dengan mengambil sampel tribun paling padat suporter kala itu, yakni di curva utara yang ditempati suporter Persebaya Surabaya.

Pada saat yang sama, penghitungan juga dilakukan oleh aktivis LSM dan suporter Madura United dengan menggunakan checker dan berlangsung hingga sekitar 70 menit pertandingan berjalan. Hasilnya diketahui bahwa kapasitas stadion itu hanya 13.407 orang.

Sebelumnya, Pemkab Pamekasan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga mengklaim, bahwa kapasitas tampung stadion yang terletak di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan itu sebanyak 35.000 orang.

Baca: Jadwal Liga 1 Pekan Ke-12 Sabtu Hari Ini: Sriwijaya FC Vs Persela

"Atas klaim bahwa kapasitas tampung Stadion Pamekasan sebanyak 35.000 orang itu, maka kami sangat dirugikan," kata Umar.

Kerugian tersebut, antara lain, adanya opini bahwa panitia pelaksana pertandingan Madura United telah melakukan penggelapan pajak hiburan. Setiap pertandingan Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan selalu terlihat penuh, sementara jumlah penonton yang dilaporkan jauh dari kapasitas yang diklaim pihak Dispora Pemkab Pamekasan.

"Dalam pertandingan big match, kami selalu mengalami kesulitan memenuhi permintaan tiket penonton dan menyebabkan adanya ekstra pengamanan dan juga komplain dari para suporter yang tidak kebagian tiket," kata Umar.

Baca: Ini Sektor yang Jadi Fokus Pembenahan Indra Sjafri di Timnas U-19

Selama menggunakan Gelora Ratu Pamelingan, menurut Umar, sudah tiga kali Madura United mengalami masalah. Antara lain, terdapat penonton yang sudah memegang tiket, namun tidak bisa masuk ke arena stadion karena sudah penuh, dan itu terjadi saat Madura United menjamu Persija Jakarta pada ISC 2016.

Kemudian, ada juga kasus penonton tim tamu yang tidak kebagian tiket karena sudah terjual habis. "Kejadian ini pada Liga 1 Indonesia 2017, saat Madura United menjamu Persib Bandung," katanya, menjelaskan.

Kejadian berikutnya adalah saat Madura United menjadi Persebaya Surabaya pada Liga 1 Indonesia 2018. Banyak suporter Persebaya yang tidak kebagian tiket dan panitia tidak mencetak lagi. "Pada saat menjamu Persebaya Surabaya itu, kami mencetak 13.500 tiket dan itupun penuh," katanya, menjelaskan.

Baca: Hari Ini Timnas U-19 Vs PSS, Cristian Gonzales Masih Tanda Tanya 

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemkab Pamekasan Muhammad menyatakan, jumlah kapasitas tampung stadion Pamekasan itu, menurut konsultan pelaksana proyek, bukan atas perhitungan manual. "Jadi, kapasitas tampung itu, dari konsultan proyek stadion itu," katanya, menjelaskan.

Sementara itu, penghitungan manual mengenai kapasitas tampung stadion Pamekasan oleh tim gabungan itu dilakukan atas desakan desakan LSM Gempa, Samhari, saat audiensi ke Komisi IV DPRD Pamekasan.

Samhari yang juga kader Partai Demokrat ini menuding Madura United telah melakukan pembohongan publik dengan hanya menyetor pajak hiburan dalam kisaran antara 13.000 hingga 14.000 saja. Padahal penonton selalu penuh sesak dan kapasita stadioanmencapai 35.000 orang.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search