
Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurdin
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Cita-cita semasa kecil ingin menjadi paramedis kandas sudah. Namun demikian, tak menghalangi wanita berhijab ini menuai prestasi.
Dialah Tri Ayu Susilowati, Guru SMANSA Simpang Teritip Bangka Barat.
"Sebelumnya saya sempat mengenyam kuliah di keperawatan namun saat peraktek tidak kuat melihat darah, akhirnya pindah keguruan," kata Tri Ayu Susilowati, mulai berbagi kisah pada Bangka Pos, Sabtu (2/6/2018).
Ibu Ayu AY, begitu ia disapa para murid dan teman-teman, mengabdikan diri di dunia pendidikan sejak beberapa tahun terakhir.
Dia terjun di dunia pendidikan sastra karena menurutnya, lebih merasuk dalam jiwa. Diawali ketika ia melihat cara kerja dosennya yang santai, namun tetap fokus, Ayu kemudian memantapkan langkah menekuni dunia keguruan yang dimaksud.
"Sastra itu dibandingkan yang lainnya lebih ringan dan santai. Kita mengungkapkan sesuatu dalam bahasa sastra bisa lebih lembut dan indah, padahal bisa saja itu kebalikannya," kata ibu empat anak ini, begitu puitis.
Di sela-sela kesibukannya sebagai guru dan ibu rumah tangga, Ayu masih sempat menulis karya puisi dan cerpen.
Diapun ikut dalam komunitas pondok baca, membentuk literasi hingga diundang menjadi juri pada lomba dan even berkaitan pada bidang itu.
Saat ini sekitar 50 judul puisi telah ia tulis. Puisi-puisi tersebut diterbitkan dalam bentuk digital hingga cetak.
"Ide itu muncul kadang secara tiba-tiba, kemudian langsung ditulis. Temanya beragam, biasanya khas anak muda. Yang perlu diingat dalam menulis itu harus bersifat terbuka," papar perempuan Lulusan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta itu penuh semangat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar