Selasa, 07 Agustus 2018

Kisah Jamaah Haji sekaligus Dokter Asli Garut yang Meneladani Habib Bugak Asyi

MAKKAH -- Nama lengkapnya Dokter Kulsum binti Syarifuddin M.Ked (An), Sp.An. Ia merupakan dokter asli Garut, Jawa Barat, yang sekarang menjadi spesialis anestesi di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Dokter Kulsum menjadi satu dari 393 jamaah haji kloter BTJ-01 yang mendapat dana Wakaf Baitul Asyi pada Senin 6 Agustus 2018 di Wafaa al Ehsan Hotel, Misfalah, Kota Makkah, Arab Saudi.

Dokter Kulsum tergabung dalam petugas kloter yang mendampingi jamaah dari Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kloter BTJ-01. Dirinya merasa senang menjadi salah satu penerima dana wakaf dari Habib Bugak Asy, waluapun dirinya bukan asli orang Aceh.

BERITA REKOMENDASI

"Saya sangat bahagia, senang, dan terharu. Ini menjadi contoh bagi saya pribadi untuk senantiasa beribadah kepada Allah," ujarnya saat ditemui di sela penyerahan, sebagaimana Okezone kutip dari Kemenag.go.id, Selasa (7/8/2018).

Dokter Kulsum melanjutkan, dirinya mendapat inspirasi dan keteladanan dari kisah Habib Bugak berikut dengan dana wakafnya yang mengalir sejak dua abad silam.

"Sungguh ini menjadi inspirasi bagi kami. Saya ingin meniru Habib Bugak dengan kemampuan yang kami miliki," ungkap ibu dua anak tersebut.

Kini dr Kulsum telah memiliki 17 anak asuh yang sebagian besar anak-anak Aceh. Hal ini dilakukannya sebagai wujud terima kasih kepada masyarakat Aceh yang telah menerimanya.

"Saya sendiri asli Garut, namun telah menetap di Aceh," sambung lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara ini.

"Insya Allah uang wakaf 1.200 SR ini akan saya wakafkan kembali untuk masyarakat Aceh. Semoga bisa sedikit ada manfaatnya," ungkap dr Kulsum.

Sejak 2008, jamaah haji asal Aceh mendapat kucuran dana wakaf Habib Bugak Asyi yang kini dikenal sebagai Wakaf Baitul Asyi (Wakaf Rumah Aceh). Hal ini bermula dari harta yang diwakafkan oleh seorang hartawan dan dermawan asal Aceh, Habib Abdurrahman (Habib Bugak Asyi), pada awal 1800-an.

Salinan akta ikrar wakaf tersebut pernah diserahkan nazir kepada Gubernur Aceh (waktu itu) Abdullah Puteh ketika naik haji ke Makkah pada 2002 dan ketika mereka berkunjung ke Aceh pada 2006.

(han)

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar