
Merdeka.com - Foto dalam ruang rapat di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan cepat menyebar. Melihat tokoh-tokoh yang hadir bisa ditebak pertemuan membahas pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 nanti.
Di sisi kanan SBY, selaku ketua umum Partai Demokrat berdiri Ketua DPD Demokrat Jatim Soekarwo. Sisi sebelahnya Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Trenggalek Emil Dardak.
Khofifah dan Emil memegang map warna putih berlambang logo Partai Demokrat. Keduanya resmi diusung maju Pilgub Jatim. Selain Demokrat, NasDem, PPP, Partai Golkar, dan Partai Hanura sudah merapat. Lawannya Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas disokong PDI Perjuangan dan PKB.
"Betul sudah," kata Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Amir Syamsuddin membenarkan partainya telah merekomendasikan Khofifah dan Emil pada merdeka.com, Selasa (21/11).
Jika melihat ke belakang Khofifah tercatat sudah dua kali maju di Jatim. Selalu keok. Kalahnya oleh Soekarwo yang berpasangan dengan Saifullah Yusuf (Karsa).
Pertarungan Pakde Karwo dengan Khofifah pertama kali terjadi di Pilgub Jatim tahun 2008. Karsa menggunakan kendaraan politik Partai Demokrat, PAN, dan PKS. Khofifah dengan Mudjiono (Kaji) disokong PPP dan beberapa parpol kecil, seperti PNI-Marhaen, Partai Merdeka dan Partai Pelopor.
Hasil pemungutan suara pasangan Karsa unggul. Tidak ada yang mendapatkan 30 persen suara. Pilgub Jatim dilakukan dua putaran. Di putaran kedua ini Karsa menang. Khofifah menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Hasilnya Karsa tetap unggul.
Pada 2013, Khofifah menggandeng Herman Surjadi Sumawiredja (Berkah). Kembali melawan Karsa sebagai calon petahana. Hasil Pilkada lagi-lagi sampai ke MK. Upaya Khofifah gagal. Karsa kembali memimpin Jatim untuk periode kedua.
Pasangan petahana diusung Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan 22 partai politik non-parlemen. Berkah diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan 5 partai politik non-parlemen.
Setelah hampir 10 tahun peta politik berubah. Pakde Karwo yang tadinya lawan Khofifah, kini berkawan. Pria berkumis tebal itu tunduk pada keputusan partai. Gus Ipul dua periode mendampingi Pakde Karwo. Sekarang justru menjadi lawan.
Pakde Karwo ternyata memiliki sikap berbeda dengan partainya. Namun ia menegaskan sikap tersebut merupakan keputusan pribadi dan tak ada kaitannya dengan partai.
"Ya, kalau partai mendukung Bu Khofifah. Saya sendiri dukung Gus Ipul. Saya pribadi kan berteman sama Gus Ipul," ujar Soekarwo di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, beberapa waktu lalu.
Soekarwo menjelaskan, perbedaan dengan partainya merupakan pilihan berat. Secara pribadi, ia telah bekerjasama dengan Gus Ipul selama hampir 10 tahun memimpin Jawa Timur. Dia berharap keputusannya tak akan mempengaruhi hubungannya dengan partai.
"Jadi partai bisa jalan, saya sendiri secara pribadi juga dekat dengan Gus Ipul. Kalau saya sudah 10 tahun sama Gus Ipul, kemudian melompat ke sana ke sini kan ndak bagus," ungkap Soekarwo. [did]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar