Rabu, 22 November 2017

Kisah Unik Kadis Dukcapil Bersama Mantan Wakil Wali Kota Pontianak Almarhum Salman Djiban

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak, Suparma mempunyai kisah tersendiri dengan Mantan Wakil Wali Kota Pontianak, almarhum Salman Djiban yang wafat, Rabu (22/11/2017) pagi .

Suparma mengatakan sosok Salman Djiban yang merupakan atasannya sangat dekat dengan semua Aparatur Sipil Negara di Kota Pontianak saat itu.

(Baca: Motor Terbakar dan Mayat Bergelimpangan, Diduga Kecelakaan di KM 25 Dekat Air Hitam Mempawah )

"Orangnya familiar dalam hal mengayomi dan aktif memantau kinerja ASN. Apalagi beliau sebelum menjabat Wakil Wali Kota, beliau tugas di inspektorat Kota Pontianak dan menjadi wakil wali kota mendampingi Pak Bukhari," ucapnya saat setelah melayat di rumah duka, Gang Bina Raya, Jalan Adisucipto, Kubu Raya, Rabu (22/11/2017).

(Baca: Ngeri! Kecelakaan Hebat di Jalan Raya Pontianak-Sungai Pinyuh, Kondisi Korban Bikin Sedih )

Suparma menambahkan Alm sangat detail dalam hal-hal berkaitan dengan kinerja dan selalu proaktif memberikan pembinaan.

"Semoga amal baik beliau diterima Allah dan ditempatkan disisi Allah," kata Suparma.

Ia pun menceritakan kenangan khusus bersama Alm Salman Djiban, saat itu Suparma tengah menjabat sebagai Camat.

(Baca: Sederet Kontroversi Pernah Menyeret Nama Jennifer Dunn, Nomer 4 Gak Nyangka )

Kebetulan ada kunjungan dari kementerian di Kota Pontianak dan seluruh camat dikumpulkan.

"Saat itu saya sebagai camat dan ada perintah dilapangan kalau ada kunjungan menteri. Saya tidak jelas mendapat informasi mengenai kunjungan menteri tersebut. Saya mendengar kalau kumpul di Kantor Wali Kota Pontianak padahal kumpulnya di Taman Bunga Anggrek Siantan," kesahnya.

Terang saja, Suparma mengaku kalau ia salah dengar informasi dan ia berkumpul di kantor wali kota.

"Pas saya salah itu, beliau berikan pantun buah mengkudu, si buah rukam. Lain dirudu lain diterkam," ucap Suparma menirukan pantun yang pernah diberikan Salman Djiban pada dirinya karena salah informasi.

Let's block ads! (Why?)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Incoming Search